Sumsel

SMPN 15 Palembang Disatroni Maling, 8 Dinamo Kipas dan Elpiji Raib

Maman Suparman | 19 Juni 2025, 19:00 WIB
SMPN 15 Palembang Disatroni Maling, 8 Dinamo Kipas dan Elpiji Raib

 

AKURAT.CO SUMSEL Aksi pencurian kembali terjadi di lingkungan pendidikan. Kali ini, SMP Negeri 15 Palembang menjadi sasaran pelaku kejahatan yang nekat menggasak sejumlah barang milik sekolah dan kantin.

Peristiwa tersebut dilaporkan oleh Harmaya (54), salah satu guru di sekolah tersebut, ke SPKT Polrestabes Palembang usai mengetahui adanya kehilangan beberapa fasilitas sekolah.

"Benar kami datang melaporkan kejadian pencurian yang terjadi di SMP Negeri 15," ujar Harmaya kepada petugas kepolisian, Kamis (19/6/2025).

Menurut keterangannya, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 06.00 WIB di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan 8-9 Ulu, Kecamatan Jakabaring Palembang. Ia mengetahui kejadian tersebut setelah diberitahu oleh dua saksi, yakni Ana dan Muhammad Emir.

Baca Juga: ASN Kini Bisa Kerja dari Mana Saja, Begini Respon Kemnaker

Setelah dilakukan pengecekan, diketahui bahwa pelaku telah mengambil satu tabung gas elpiji 3 kilogram, sejumlah jajanan kantin, serta delapan unit dinamo kipas angin merek Maspion dari beberapa ruang kelas.

"Pelaku masuk ke kantin dengan cara merusak gembok. Sedangkan dinamo kipas angin hilang karena kelas-kelas memang tidak dalam keadaan terkunci," jelas Harmaya.

Akibat kejadian ini, pihak sekolah mengalami kerugian materi yang ditaksir mencapai Rp8 juta. Pihak sekolah pun berharap polisi segera mengungkap pelaku yang bertanggung jawab atas aksi pencurian tersebut.

Sementara itu, KA SPK Polrestabes Palembang, Ipda Erwin, membenarkan adanya laporan tersebut.

“Laporan sudah kami terima, dan selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Palembang,” ujarnya singkat. (Deny Wahyudi)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia