Sumsel

Marak Copet Jelang Lebaran, Guru Honorer Kehilangan Ponsel di Pasar 16 Ilir Palembang

Maman Suparman | 15 Maret 2025, 16:30 WIB
Marak Copet Jelang Lebaran, Guru Honorer Kehilangan Ponsel di Pasar 16 Ilir Palembang

AKURAT.CO SUMSEL Aksi pencopetan kembali meresahkan warga Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), terutama menjelang Lebaran Idul Fitri.

Kali ini, seorang guru honorer berinisial VY (25) menjadi korban saat berbelanja di Pasar 16 Ilir, Rabu (12/3/2025) siang.

VY mengungkapkan, ponsel yang disimpannya di kantong blazer sebelah kiri tiba-tiba raib.

Ia sengaja menaruhnya di sana karena merasa lebih aman dibandingkan di dalam tas. Namun, saat tiba di sebuah toko emas di kawasan tersebut, ponsel yang sebelumnya ada di kantongnya sudah hilang.

"Saya kaget ketika mengecek ponsel, ternyata sudah tidak ada. Padahal, sebelumnya saya yakin masih ada di kantong," ujar VY, Sabtu (15/3/2025).

Baca Juga: Kurir di Palembang Jadi Korban Pencurian, Motor dan 138 Paket Raib

Mengetahui ponselnya hilang, VY segera mencoba melacak perangkatnya menggunakan ponsel lain. Ia berulang kali mengecek melalui IMEI dan menghubungi nomor tersebut, tetapi tidak ada respons.

"Saya sudah berulang kali mencoba melacak lokasi dan menelepon, tetapi tidak ada respons dan perangkat tidak terdeteksi," tambahnya.

Merasa dirugikan, VY langsung melaporkan kejadian ini ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang. Ia berharap pelaku segera tertangkap dan ponselnya bisa kembali.

Sementara itu, KA SPKT Polrestabes Palembang, AKP Hery, membenarkan laporan tersebut. Pihak kepolisian akan menindaklanjuti kasus ini sesuai dengan Pasal 362 KUHP tentang pencurian.

"Laporan korban sudah kami terima dan akan diteruskan ke Unit Satreskrim Polrestabes Palembang untuk penyelidikan lebih lanjut," jelas AKP Hery. (Deny Wahyudi)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia