Bayang-bayang MSCI Tekan IHSG, Indeks Dibuka Anjlok Lebih dari 4 Persen

AKURAT.CO SUMSEL Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka perdagangan Kamis pagi dengan tekanan tajam. Sentimen negatif masih membayangi pasar seiring pelaku pasar mencermati tindak lanjut otoritas terhadap keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI).
IHSG dibuka melemah 357,76 poin atau 4,30 persen ke level 7.962,79. Tekanan juga terjadi pada saham-saham unggulan, tercermin dari indeks LQ45 yang turun 33,48 poin atau 4,12 persen ke posisi 779,05.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menilai secara teknikal IHSG berada pada fase krusial. Indeks berpotensi menguji area 8.250 hingga 8.000 dalam jangka pendek.
“Level 8.000 menjadi batas psikologis penting. Jika tembus, IHSG berpeluang melanjutkan pelemahan ke area 7.850,” ujar Ratna dalam kajiannya di Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Dari sisi domestik, perhatian investor masih tertuju pada perkembangan isu MSCI. Ratna menjelaskan, apabila hingga Mei 2026 tidak terlihat perbaikan signifikan, MSCI berpotensi meninjau ulang status aksesibilitas pasar Indonesia.
Risiko terberatnya adalah kemungkinan penurunan status Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market, yang dapat berdampak besar terhadap aliran dana asing.
“Jika itu terjadi, potensi arus keluar dana asing akan meningkat, sehingga menekan IHSG dan nilai tukar rupiah,” kata Ratna.
Baca Juga: Jaga Stabilitas Perbankan, LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan hingga Mei 2026
Ia menambahkan, dampak lanjutan dapat berupa penurunan likuiditas pasar, meningkatnya persepsi risiko negara, serta naiknya biaya pendanaan baik bagi pemerintah maupun korporasi.
Otoritas pasar modal sebenarnya telah menyampaikan respons awal terhadap pengumuman MSCI. Namun, pasar masih menanti langkah konkret dan cepat dalam menindaklanjuti isu tersebut. Efektivitas kebijakan otoritas akan menjadi faktor penentu seberapa besar dan seberapa lama tekanan MSCI membebani pasar modal domestik.
Dari sentimen global, bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5–3,75 persen, sesuai dengan ekspektasi pasar. Ketua The Fed, Jerome Powell, menegaskan bahwa bank sentral tetap fokus pada stabilitas ekonomi dan tidak menanggapi isu penyelidikan dari pemerintahan Donald Trump.
The Fed menyatakan aktivitas ekonomi AS masih tumbuh solid, meskipun penambahan lapangan kerja relatif rendah dan tingkat pengangguran mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi. Bank sentral AS juga memilih untuk menghentikan sementara siklus penurunan suku bunga sambil menunggu dinamika kebijakan dan kepemimpinan ke depan.
Pada perdagangan Rabu (28/1), bursa saham Wall Street bergerak bervariasi. Indeks Dow Jones menguat tipis 0,02 persen ke 49.015,60, indeks S&P 500 melemah 0,01 persen ke 6.978,04, sementara Nasdaq menguat 0,32 persen ke 26.022,79.
Sementara itu, bursa saham Asia pagi ini cenderung bergerak melemah. Indeks Nikkei turun 0,14 persen, indeks Shanghai melemah 0,13 persen, indeks Hang Seng terkoreksi 0,16 persen, sedangkan indeks Strait Times justru menguat tipis 0,06 persen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 35 Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 13 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dan Tantangan
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 6Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 75 Brand Kecantikan di Bawah Martha Tilaar Group, Ada PAC hingga Belia
- 8Enam Penerbangan di Bandara Palembang Terganggu, Jarak Pandang Hanya 500 Meter
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu





