PSEL Palembang Mulai Hasilkan Listrik 18,6 MW, Ditargetkan Beroperasi Penuh Desember

AKURAT.CO SUMSEL Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Palembang mulai menunjukkan hasil. Meski masih dalam tahap uji coba operasional, fasilitas tersebut telah menghasilkan listrik sebesar 18,6 megawatt (MW), melampaui target awal 17,7 MW.
Proyek yang menelan investasi hampir Rp3 triliun itu ditinjau Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Rabu (4/11/2026).
Zulkifli mengatakan, listrik yang dihasilkan PSEL bahkan sudah tersambung ke jaringan PLN. Produksinya diperkirakan masih dapat meningkat hingga 20 MW saat beban puncak.
Saat ini, fasilitas tersebut masih membutuhkan sejumlah penyempurnaan sebelum beroperasi penuh. Pemerintah menargetkan seluruh proses commissioning rampung pada Desember 2026.
"Ini sudah commissioning, sudah percobaan jalan. Perlu sedikit lagi penyempurnaan. Insyaallah Desember sudah 100 persen dan bisa kita resmikan," ujar Zulkifli.
Menurutnya, kehadiran PSEL memberikan manfaat lebih luas karena sampah yang sebelumnya menjadi persoalan lingkungan kini dapat diolah menjadi sumber energi.
Baca Juga: Ratu Dewa Dampingi Menko Pangan Salurkan Bantuan Beras di Palembang
Setiap hari, sekitar 1.100 ton sampah dari Palembang diangkut untuk mendukung operasional fasilitas tersebut. Pengolahan ini diharapkan dapat mengurangi penumpukan sampah beserta dampak lingkungan yang ditimbulkannya.
Selain membantu mengatasi persoalan sampah, listrik yang dihasilkan diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan sekitar 14.000 hingga 15.000 rumah tangga.
Proyek tersebut juga diproyeksikan menyerap 500 hingga 1.000 tenaga kerja lokal.
"Bayangkan, yang tadinya masalah yang menimbulkan dampak lingkungan luar biasa, sekarang menjadi listrik. Semua menjadi positif melalui teknologi," kata Zulkifli.
Sementara itu, Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyampaikan progres pembangunan PSEL telah mencapai 98,5 persen. Pemerintah Kota Palembang menargetkan fasilitas tersebut dapat diresmikan langsung oleh Presiden RI pada 8 Desember 2026.
Untuk menjaga pasokan bahan baku, Pemkot Palembang memastikan pengangkutan sampah mencapai sekitar 1.100 ton per hari.
Meski demikian, kebutuhan armada pengangkut sampah masih perlu ditambah. Saat ini, Palembang membutuhkan tambahan 171 armada. Pemprov Sumsel telah memberikan bantuan, sedangkan Pemkot kembali mengajukan permintaan tambahan 50 armada kepada pemerintah pusat.
Dengan beroperasinya PSEL, pemerintah berharap persoalan sampah di Palembang dapat ditangani sekaligus menghasilkan energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cek Harga Emas Perhiasan Palembang Senin 2 November 2026, Naik atau Turun?
- 2BSU Kemnaker Cair November 2026, Cek Syarat Penerima dan Besaran Bantuan
- 3Kapan BSU Kemnaker 2026 Cair? Cek Jadwal dan Besaran Bantuannya di Sini
- 4Rekrutmen TNI AD 2027 Dibuka, Ini Jadwal Bintara dan Tamtama serta Cara Daftarnya
- 5Harga Emas Perhiasan Palembang Stabil Hari Ini, Termahal Rp13,7 Juta per Suku
- 6Daftar Hari Besar Nasional November 2026, Cek Tanggal Merah dan Hari Liburnya
- 75 Ramalan Zodiak Hari Ini Rabu 4 November 2026, Aries hingga Leo Punya Peluang Baru
- 8Update Harga Terbaru Emas Perhiasan Palembang Rabu 4 November 2026
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








