Sumsel

Zulhas Siapkan 380 Ribu Ton Beras Pecah, UMKM Kue dan Bihun Bisa Beli Rp11 Ribu per Kg

Kurnia | 4 November 2026, 18:15 WIB
Zulhas Siapkan 380 Ribu Ton Beras Pecah, UMKM Kue dan Bihun Bisa Beli Rp11 Ribu per Kg
beras pecah. (ist)

AKURAT.CO SUMSEL Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya produsen kue dan bihun, mendapat peluang memperoleh bahan baku dengan harga lebih terjangkau.

Pemerintah menyiapkan 380 ribu ton beras pecah milik Bulog yang akan dijual dengan harga Rp11 ribu per kilogram.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, beras pecah selama ini banyak dimanfaatkan oleh pelaku usaha rumahan, seperti pembuat kue dan produsen bihun. Sebelumnya, kebutuhan bahan baku tersebut masih bergantung pada pasokan impor.

Namun, pemerintah memastikan kebutuhan beras pecah kini tidak lagi mengandalkan impor. Sebagai gantinya, stok yang tersedia di gudang Bulog akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pelaku usaha.

Menurut Zulkifli, terdapat sekitar 380 ribu ton beras yang telah tersimpan selama kurang lebih satu tahun di gudang Bulog. Pemerintah memutuskan melelang beras tersebut dengan harga Rp11 ribu per kilogram.

"Nah, beras yang satu tahun di Bulog ada 380 ribu ton, itu kita lelang, sudah saya putuskan di rapat Menko, dijual Rp11 ribu per kg," ujarnya, Rabu (4/11/2026).

Baca Juga: Ratu Dewa Dampingi Menko Pangan Salurkan Bantuan Beras di Palembang

Ia menjelaskan, beras pecah tersebut nantinya akan dipasarkan di berbagai wilayah. Pelaku UMKM yang membutuhkan bahan baku itu dapat menghubungi pimpinan wilayah Bulog di daerah masing-masing.

Zulkifli berharap ketersediaan beras pecah dengan harga tersebut dapat membantu menjaga biaya produksi pelaku usaha. Dengan begitu, produsen kue dan bihun tidak perlu menaikkan harga jual ataupun mengurangi ukuran produknya.

"Agar tidak naik harganya atau kue dipotong (diperkecil)," katanya.

Selain beras pecah, pemerintah juga menyiapkan dukungan untuk pelaku usaha peternakan. Zulkifli menyebut Bulog memiliki stok jagung untuk pakan ternak sekitar 100 ribu hingga 150 ribu ton.

Stok tersebut akan dijual dengan harga pokok Rp5.500 per kilogram kepada UMKM peternak ayam pedaging maupun petelur.

Langkah itu diharapkan dapat menekan biaya pakan di tengah kenaikan harga jagung. Pemerintah juga berharap harga pakan yang lebih terkendali dapat membantu menjaga kestabilan harga ayam dan telur di pasaran.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia