Garda Revolusi Iran Kawal 31 Kapal Lintasi Selat Hormuz, Ada dari Indonesia?

AKURAT. CO SUMSEL - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan telah mengawal 31 kapal komersial melintasi Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir.
Puluhan kapal itu disebut melintas secara aman meskipun ada militer Amerika Serikat (AS) di perairan Teluk Persia.
Kapal-kapal tersebut termasuk kapal tanker minyak dan kapal kontainer.
Baca Juga: Sedang Nonton Final Europa League, Pemilik Warung Bakso di Palembang Ditodong Pistol
Pengumuman itu disampaikan oleh Kantor Hubungan Masyarakat Angkatan Laut IRGC dalam pernyataan yang dirilis pada Kamis (21/5/2026) waktu setempat.
"Meskipun terjadi agresi militer teroris AS dan terciptanya ketidakamanan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Teluk Persia, khususnya di Selat Hormuz, Angkatan Laut IRGC berupaya untuk membangun jalur yang jelas dan aman untuk perlintasan dan kelanjutan perdagangan global," demikian pernyataan Kantor Hubungan Masyarakat Angkatan Laut IRGC dikutip Jumat (22/5/2026).
Baca Juga: IP Mall Palembang Dikabarkan Tutup Mulai Juni 2026, Tenant Diminta Kosongkan Gerai
Otoritas Iran yang mengendalikan Selat Hormuz di kawasan Teluk Persia, telah menetapkan zona manajemen pengawasan jalur perairan tersebut.
Pada Rabu (20/5/2026) waktu setempat, Teheran mengumumkan bahwa pergerakan melalui koridor strategis tersebut memerlukan koordinasi dan izin resmi.
Adapun zona itu meliputi garis yang menghubungkan Gunung Mubarak di Iran dan Fujairah bagian selatan di Uni Emirat Arab, di sisi tumur selat, memanjang hingga garis yang menghubungkan ujung Pulau Qeshm di Iran dan Umm Al Quwain di Uni Emirat Arab, di sisi barat selat.
Baca Juga: Mobil Dikemudikan Lansia Terperosok ke Drainase Hingga Pipa PDAM Pecah
Iran mengkonsolidasikan kendali de-facto atas Selat Hormuz melalui pos pemeriksaan militer, pemeriksaan kapal, pengaturan diplomatik, dan dalam beberapa kasus melibatkan biaya keamanan, untuk perlintasan aman.
Lantas, apakah ada kapal Indonesia dalam pengawalan tersebut?
Menurut keterangan para pejabat perkapalan Asia dan Eropa, serta pejabat Iran dan Irak, IRGC memainkan peran sentral dalam sistem transit berlapis terbaru yang memberikan preferensi kepada kapal-kapal terkait sekutu Teheran, seperti China dan Rusia.
Baca Juga: Delapan Bulan Buron, Pelaku Penusukan Tetangga di Palembang Akhirnya Dibekuk Polisi
Sementara kapal-kapal dari negara-negara lainnya, masih memerlukan pengaturan atau pembayaran antar pemerintah untuk melintasi Selat Hormuz.
IRGC juga mewajibkan para pemilik kapal untuk mengungkapkan informasi detail, termasuk nilai muatan kapal, bendera, asal dan tujuan kapal, pemilik dan pengelola terdaftar, serta status kewarganegaraan awak kapal.
Selanjutnya, IRGC akan meninjau dokumen terkait dan selama proses tersebut, mereka mungkin melakukan pemeriksaan fisik terhadap kapal yang bersangkutan.
Baca Juga: Delapan Bulan Buron, Pelaku Penusukan Tetangga di Palembang Akhirnya Dibekuk Polisi
Pemeriksaan juga dilakukan oleh lembaga-lembaga negara Iran, termasuk Organisasi Pelabuhan dan Maritim, Kementerian Perindustrian, Pertambangan dan Perdagangan, serta organisasi pelayaran nasional dan pengawas keamanan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Pre-Order iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max di iBox, Cek Jadwal dan Promo
- 25 Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 13 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dan Tantangan
- 3Ramalan Zodiak Leo Hari Ini, Cinta, Karier, dan Keuangan
- 4Kabut Asap Mulai Mereda, 52 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Berjalan Lancar
- 5Penggerebekan Narkoba di Lorong Jayalaksana Palembang, Polisi Sita 4 Paket Sabu
- 6BMKG Prediksi Seluruh Wilayah Sumsel Akan Dilanda Hujan Hari Ini
- 7Sinopsis dan Daftar Pemain Bapak Paling Jujur, Tayang Mulai 15 Oktober 2026
- 85 Ramalan Zodiak Akhir Pekan, Saatnya Bersantai dan Menata Kembali Prioritas
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









