Sumsel

4 Wisata Palembang Paling Populer Sepanjang Masa

St Shofia Munawaroh | 30 Oktober 2025, 06:00 WIB
4 Wisata Palembang Paling Populer Sepanjang Masa

AKURAT. CO SUMSEL - Palembang menyandang gelar kota terbesar ke dua di Pulau Sumatera.

Tak heran, jika di dalamnya terdapat banyak tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi.

Mulai dari wisata sejarah hingga wisata alam, ataupun tempat untuk sekedar healing dan melepas penat di akhir pekan.

Baca Juga: Isu Dana Rp2,1 Triliun di Bank Sumsel Babel, Herman Deru: Perlu Lihat Datanya Dulu

Berikut adalah lima wisata Palembang yang paling hits dan populer sepanjang masa. 

1. Jembatan Ampera

Urutan pertama tentu ada Jembatan Ampera yang juga menjadi ikon kota Palembang.

Baca Juga: Wanita di Lubuklinggau Gelapkan Rp159 Juta Dana Perusahaan Demi Investasi Online

Jembatan yang dibangun mulai tahun 1962 ini menjadi destinasi wajib para pelancong yang berkunjung ke kota Palembang.

Selain pemandangan kota Palembang, pengunjung juga bisa menikmati berbagai kuliner khas Palembang yang berjajar di tepian Sungai Musi yang menghampar di bawah jembatan Ampera. 

2. Pulau Kemaro

Baca Juga: 2.181 Honorer di Palembang Siap Dilantik Jadi PPPK Paruh Waktu

Kalau sudah ke Jembatan Ampera dan Sungai Musi, jangan lupa mampir ke Pulau Kemaro.

Pulau Kemaro, yang terletak di tengah Sungai Musi, juga menjadi salah satu ikon wisata Palembang.

Selain pemandangan alamnya yang indah, pulau ini juga punya kisah cinta legendaris antara putri dari raja Kerajaan Sriwijaya dan putra raja Kerajaan Tiongkok.

Baca Juga: Wamentan Pastikan Pupuk Turun 20 Persen, Petani Sumsel Diuntungkan Mekanisasi

Pulau Kemaro sendiri berarti adalah pulau yang kemarau, karena pulau ini tidak pernah tenggelam bahkan ketika sungai Musi sedang pasang.

Di sini, wisatawan bisa mengunjungi Klenteng Hok Tjing Rio yang sudah berdiri ratusan tahun serta Pagoda Menara 9 yang menawarkan panorama Sungai Musi dari ketinggian.

Pulau Kemaro juga jadi pusat perayaan Cap Go Meh seiap tahunnya dan selalu menarik banyak pengunjung.

Baca Juga: Terekam CCTV, Pelaku Curanmor di Palembang Nekat Angkat Motor Korban yang Digembok

3. Benteng Kuto Besak (BKB) 

Berada di tepi Sungai Musi, Benteng Kuto Besak merupakan salah satu ikon bersejarah Palembang.

Benteng Kuto Besak awalnya adalah bangunan keraton yang pada abad XVIII menjadi pusat Kesultanan Palembang.

Baca Juga: Terbakar Emosi, ASN di Musi Banyuasin Tembak Mati Pencuri Sawit, Ajak Anak Buang Jasad Korban

Pembangunan benteng dimulai pada tahun 1780 pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Bahauddin.

Dengan luas keraton sekitar 5,3 hektare, benteng ini dikelilingi tembok besar dengan empat kub di setiap sudutnya.

Keraton ini memiliki pelataran yang luas dengan beberapa bangunan di dalamnya seperti balai agung, keputren, paseban, area menerima tamu, tempat kediaman sultan dan permaisuri.

Baca Juga: Mulai 2026, Tunjangan ASN Pemkot Palembang Dipangkas 12,5 Persen Demi Efisiensi Anggaran

Selain itu di tengah keraton terdapat kolam, taman, dan pohon buah-buahan.

BKB juga sering jadi lokasi festival budaya dan tempat favorit untuk foto-foto.

4. Museum Balaputra Dewa

Baca Juga: Bea Cukai Sumbagtim Musnahkan 29,8 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Negara dari Potensi Rugi Rp10,44 Miliar

Museum ini cocok buat Anda yang ingin lebih tahu tentang sejarah Palembang dan kejayaan Kerajaan Sriwijaya.

Museum Negeri Provinsi Sumatera Selatan "Balaputra Dewa" memamerkan benda-benda sejarah regional, budaya, dan seni Sumatera Selatan.

Museum ini memiliki koleksi kerajinan tradisional dan artefak yang ditemukan di daerah Sumatera Selatan, dari zaman prasejarah hingga zaman kolonial belanda.

Baca Juga: Tol Prabumulih–Muara Enim Kembali Masuk Daftar PSN, Pembangunan Dilanjutkan

Ada 3 bagian dalam museum ini yang memajang benda-benda bersejarah, yakni Bagian Megalit, Bagian Sriwijaya, dan Bagian Kesultanan Palembang.

Koleksi di dalamnya mulai dari arca, alat musik tradisional, sampai diorama sejarah Sriwijaya yang seru buat dipelajari.(*) 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.