Sumsel

Suami Korban Pembunuhan di Palembang Harap Pelaku Dihukum Mati: “Saya Masih Terbayang Wajah Istri Saya”

Maman Suparman | 14 Oktober 2025, 16:32 WIB
Suami Korban Pembunuhan di Palembang Harap Pelaku Dihukum Mati: “Saya Masih Terbayang Wajah Istri Saya”

AKURAT.CO SUMSEL Dengan mata berkaca-kaca, Adi Rosadi hanya bisa menatap dari kejauhan saat makam istrinya, Anti Puspita Sari (22), dibongkar oleh tim Forensik RS Bhayangkara bersama Satreskrim Polrestabes Palembang, Selasa (14/10/2025).

Suasana haru menyelimuti TPU Talang Petai, tempat jasad korban diekshumasi untuk keperluan autopsi lanjutan dalam kasus dugaan pembunuhan berencana yang menimpa ibu muda tersebut.

“Saya cuma bisa lihat dari jauh, saya gak kuat melihat proses autopsi itu,” ucap Adi dengan suara bergetar.

Adi menjelaskan, proses pembongkaran makam itu dilakukan atas permintaan penyidik Polrestabes Palembang. Keluarga, meski berat, akhirnya menyetujui langkah tersebut dengan harapan penyebab pasti kematian sang istri dapat terungkap.

“Gimana ya, saya masih teringat terus sama dia. Pas (makam) dibongkar saja, saya udah gak sanggup,” ujarnya lirih.

Adi kini hanya bisa berharap polisi segera menangkap pria misterius yang terakhir terlihat bersama mendiang istrinya di kamar penginapan kawasan Perintis Kemerdekaan.

Baca Juga: Dugaan Pembunuhan Berencana Ibu Hamil Muda di Hotel Menguat

“Saya gak kenal siapa dia, gak tahu apa urusannya sama istri saya. Selama ini rumah tangga kami baik-baik saja, gak pernah ada masalah,” katanya.

Meski hubungan mereka berjalan harmonis, Adi mengaku sempat memperhatikan perubahan kecil pada sikap istrinya belakangan ini.

“Dia biasanya ceria, tapi beberapa hari sebelum kejadian kelihatan beda. Wajahnya pucat, sering tidur dari pagi sampai siang. Saya pikir cuma kecapekan,” tuturnya.

Adi juga baru mengetahui bahwa istrinya tengah mengandung ketika proses penyelidikan berlangsung. Fakta itu membuat duka yang dirasakannya semakin mendalam.

“Saya gak nyangka sama sekali, apalagi ternyata dia hamil muda. Saya benar-benar hancur,” ucapnya menahan tangis.

Kini, Adi hanya menuntut satu hal: keadilan untuk sang istri.

“Harapan saya, pelaku ditangkap dan dihukum mati. Karena dia sudah menghancurkan hidup saya dan anak saya,” tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia