Ratu Dewa Petakan 5 Kecamatan Rawan Karhutla di Palembang

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Kota Palembang memperkuat langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.
Sejumlah personel pemadam kebakaran (damkar) disiagakan lebih dekat dengan wilayah yang dinilai memiliki risiko tinggi terjadi kebakaran.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, berdasarkan pemetaan Pemkot Palembang, terdapat sejumlah wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus karena masih memiliki lahan mineral maupun gambut yang mudah terbakar dan berpotensi membuat api cepat meluas.
"Kita sudah petakan beberapa titik yang rawan karhutla dan petugas kita siagakan di sana," ujar Ratu Dewa, Jumat (11/9/2026).
Wilayah yang masuk dalam perhatian Pemkot Palembang antara lain Kecamatan Sematang Borang, Alang-Alang Lebar, Ilir Barat I, Gandus, dan Kertapati.
Menurut Dewa, penempatan personel di kawasan rawan dilakukan untuk memangkas waktu respons ketika terjadi kebakaran.
Baca Juga: Belum Uji KIR, Taksi Listrik Green SM Diminta Setop Operasional Sementara di Palembang
Petugas tidak harus bergerak dari lokasi yang jauh sehingga proses pemadaman dapat segera dilakukan.
"Kalau ada kejadian, petugas yang berada di titik terdekat bisa langsung bergerak. Targetnya sekitar lima menit sudah bisa menuju lokasi," jelasnya.
Cegah Api Meluas ke Permukiman
Dewa menegaskan, kecepatan penanganan menjadi salah satu kunci dalam menghadapi karhutla, terutama pada lahan yang memiliki karakteristik mudah terbakar.
Karena itu, personel damkar tidak hanya diminta bersiaga, tetapi juga ditempatkan di sejumlah titik yang strategis agar dapat menjangkau lokasi kejadian secepat mungkin.
"Kita tempatkan petugas di titik-titik terdekat dengan lokasi yang berisiko. Jadi tidak perlu waktu lama untuk menuju lokasi," katanya.
Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya Pemkot Palembang mencegah kobaran api menjalar ke kawasan permukiman maupun lahan perkebunan milik masyarakat.
Dewa meminta kesiapsiagaan tersebut diterapkan di seluruh kecamatan yang masuk dalam peta wilayah rawan karhutla. Dengan demikian, potensi kebakaran dapat ditangani sejak awal sebelum berkembang menjadi lebih besar.
"Ini berlaku juga di seluruh kecamatan yang rawan karhutla," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 2Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Bagaimana BLT Kesra?
- 3Dokter Muda di Palembang Laporkan Dugaan Penganiayaan oleh Mertua, Leher Dicekik hingga HP Dibanting
- 4Hari Ini 28 Oktober 2026 Libur atau Tidak? Cek Ketentuan SKB 3 Menteri
- 5Harga Emas Perhiasan Palembang Turun Tipis Hari Ini, Cek Rincian Terbarunya
- 6Sumsel United Curi Poin di Menit Akhir, Nasuha Siapkan Evaluasi Jelang Hadapi Semen Padang
- 7PLN Palembang Jadwalkan Pemadaman Listrik 2,5 Jam Siang Ini, Cek Lokasi Terdampaknya
- 85 Drakor Rating Tertinggi Oktober 2026, Doctor X Tembus 18,5 Persen
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









