PJJ Siswa SMA di Palembang Mulai 10 September, Sekolah Diminta Pastikan Siswa Tetap Belajar

AKURAT.CO SUMSEL Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Selatan mulai menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa SMA di Palembang pada 10 September 2026.
Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Disdik Sumsel Mondyaboni mengatakan, pelaksanaan PJJ tidak harus sepenuhnya dilakukan secara daring. Sekolah dapat menyesuaikan metode pembelajaran dengan kondisi di masing-masing wilayah.
“Pelaksanaan PJJ dapat dilakukan secara luring, daring, maupun kombinasi keduanya, menyesuaikan ketersediaan listrik, jaringan internet dan perangkat,” ujar Mondyaboni.
Ia menegaskan, penerapan PJJ bukan berarti siswa diliburkan. Sekolah tetap memiliki kewajiban memastikan siswa mendapatkan layanan pendidikan selama pembelajaran tatap muka dialihkan.
Untuk siswa yang mengalami keterbatasan akses internet maupun perangkat, sekolah dapat memberikan bahan pembelajaran yang bisa dikerjakan dari rumah.
“Untuk wilayah dengan keterbatasan akses, sekolah dapat memberikan modul, lembar kerja atau tugas yang dikerjakan siswa dari rumah,” katanya.
Mondyaboni menjelaskan, skema pembelajaran tersebut sebenarnya telah disiapkan sejak pertengahan Agustus 2026. Disdik Sumsel sebelumnya telah memberikan keleluasaan kepada SMA, SMK, dan SLB untuk menyesuaikan kegiatan belajar dengan kondisi kualitas udara.
Penyesuaian dilakukan dengan melihat kondisi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di masing-masing daerah.
“Langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap telah dilakukan sejak pertengahan Agustus 2026. Sekolah diberikan ruang untuk menyesuaikan jam belajar hingga menerapkan PJJ jika kondisi udara dinilai tidak aman,” jelasnya.
Kebijakan tersebut juga tertuang dalam Surat Edaran Nomor 800/10830/Set.3-Disdik.SS/VIII/2026 tentang Kewaspadaan dan Langkah Antisipasi Dampak Kabut Asap bagi Satuan Pendidikan di Sumsel yang diterbitkan pada 21 Agustus 2026.
Selain menerapkan PJJ, sekolah yang masih melaksanakan pembelajaran tatap muka diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.
Kegiatan seperti olahraga, praktik lapangan, upacara dan apel dianjurkan untuk dikurangi atau disesuaikan dengan kondisi udara.
Warga sekolah juga diminta menggunakan masker sebagai salah satu upaya mengurangi paparan polusi udara.
Disdik Sumsel berharap sekolah dapat menyesuaikan kegiatan pembelajaran berdasarkan kondisi udara di wilayah masing-masing, sehingga proses pendidikan tetap berjalan sekaligus menjaga kesehatan siswa dan tenaga pendidik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 2Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Bagaimana BLT Kesra?
- 3Dokter Muda di Palembang Laporkan Dugaan Penganiayaan oleh Mertua, Leher Dicekik hingga HP Dibanting
- 4Hari Ini 28 Oktober 2026 Libur atau Tidak? Cek Ketentuan SKB 3 Menteri
- 5Harga Emas Perhiasan Palembang Turun Tipis Hari Ini, Cek Rincian Terbarunya
- 6Sumsel United Curi Poin di Menit Akhir, Nasuha Siapkan Evaluasi Jelang Hadapi Semen Padang
- 7PLN Palembang Jadwalkan Pemadaman Listrik 2,5 Jam Siang Ini, Cek Lokasi Terdampaknya
- 85 Drakor Rating Tertinggi Oktober 2026, Doctor X Tembus 18,5 Persen
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








