Sumsel Peringkat Pertama Dalam Penurunan Stunting

AKURAT.CO SUMSEL Berdasarkan data hasil survei status gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, prevalensi stunting di Sumsel turun dari 24,8 persen menjadi 18,6 persen.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumsel mengatakan, Mediheryanto saat ini Sumsel berada peringkat pertama dalam penurunan stunting. Karena berhasil menurunkan prevalensi stunting sebesar 6,2 persen pada tahun 2022.
"Untuk mempercepat penurunan stunting, digunakan pendekatan yang melibatkan banyak sektor dan berbagai pihak, sehingga tanggung jawab dalam penurunan stunting mencakup semua sektor," katanya, Jumat (15/12/2023).
Baca Juga: Ditetapkan sebesar Rp51,24 Triliun, Belanja Negara di Wilayah Sumsel Naik Sebesar 10,31 Persen
Lanjutnya, diharapkan bahwa penurunan stunting akan mencakup seluruh masyarakat, termasuk sektor pemerintah, swasta, perguruan tinggi, media, dan lapisan masyarakat lainnya.
"Mudah-mudahan target stunting Provinsi Sumsel tahun 2024 sebesar 14,33 persen dapat tercapai," ujarnya.
Sebagai informasi, data menunjukkan bahwa anak-anak di desa cenderung mengonsumsi makanan yang lebih variatif dibandingkan anak-anak di kota.
Oleh karena itu, untuk mengurangi stunting, sejak dini harus mulai mengonsumsi makanan yang bervariasi dan mengandung protein hewani dan vitamin.[ ]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









