Sumsel

Pemprov Sumsel Bidik Pendapatan Asli Daerah Rp 4,3 Triliun di Tahun 2024

Deni Hermawan | 8 Februari 2024, 18:44 WIB
Pemprov Sumsel Bidik Pendapatan Asli Daerah Rp 4,3 Triliun di Tahun 2024

AKURAT.CO SUMSEL Penjabat (Pj) Gubernur Sumsel, Agus Fatoni melalui Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumsel, Achmad Rizwan, mematok target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Sumsel pada tahun 2024 telah dipatok sebesar Rp 4,301 triliun. 

Target ini mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 4,149 triliun.

“Target PAD Sumsel tahun 2024 sebesar Rp 4,3 triliun. Kami memiliki keyakinan bahwa target tersebut dapat tercapai, mengingat dalam beberapa tahun terakhir selalu berhasil melampaui target yang ditetapkan," ujar Rizwan pada Kamis (8/2/2024).

Baca Juga: Tanpa Ekstra Flight, Bandara Palembang Prediksi Kenaikan Penumpang 13%  di Masa Libur Isra Mi’raj dan Imlek

Rizwan menjelaskan bahwa untuk mencapai target tersebut, Bapenda Provinsi Sumsel telah mengimplementasikan berbagai program dan kegiatan strategis.

Salah satu langkah yang diambil adalah memperkenalkan sistem pembayaran pajak online guna memperluas dan mempermudah layanan pajak daerah.

"Kami telah memperkenalkan berbagai metode pembayaran online seperti E Signal, E-Dempo, serta berbagai layanan melalui kanal modern seperti Indomaret, Alfamart, Tokopedia, dan Blibli," tambahnya.

Lebih lanjut, Rizwan menyebutkan bahwa Bapenda Provinsi Sumsel juga aktif melakukan sosialisasi dan turun langsung ke masyarakat untuk mengingatkan Wajib Pajak (WP) agar tidak lupa untuk membayar pajak kendaraan mereka.

Meskipun demikian, hingga Rabu, 7 Februari 2024, pendapatan pajak daerah baru mencapai 8,9 persen dari target yang telah ditetapkan, yakni sebesar Rp 385 miliar.

Dari data tersebut, terlihat bahwa realisasi pajak kendaraan bermotor mencapai Rp 129 miliar, atau sekitar 10,82 persen dari target Rp 1,198 triliun.

Sementara itu, realisasi pajak balik nama kendaraan bermotor mencapai Rp 122 miliar atau sekitar 11,32 persen dari target Rp 1,084 triliun.

Adapun realisasi pajak bahan bakar kendaraan bermotor telah mencapai Rp 131 miliar atau sekitar 9,76 persen dari target Rp 1,348 triliun, dan pajak air permukaan telah mencapai Rp 1 miliar, atau sekitar 7,39 persen dari target Rp 13 miliar.

Rizwan juga menyinggung tentang pajak rokok, di mana pihaknya masih menunggu alokasi dana dari pemerintah pusat. Dengan demikian, realisasi pendapatan hingga saat ini baru mencapai sekitar 8,96 persen dari target sebesar Rp 385 miliar.

“Realisasi triwulan pertama 2024 telah mencapai tahapan target yang ditetapkan," tandasnya. (kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
A