Melodi Romantik Batanghari Sembilan, Sebuah Warisan Budaya Sumatera Selatan

AKURAT.CO SUMSEL Di tengah pesona alam Sumatera Selatan (Sumsel), Batanghari Sembilan muncul sebagai simbol kekayaan budaya yang unik dan mendalam.
Istilah ini bukan hanya merujuk pada irama musik yang menawan, melainkan juga melambangkan kebudayaan yang berakar kuat pada kehidupan sungai, khususnya di sepanjang aliran Sungai Musi yang megah.
Dikutip dari Pesona Sriwjaya, Batanghari Sembilan dikenal dengan irama musiknya yang khas, diiringi oleh petikan gitar tunggal yang melankolis.
Musik ini mencerminkan karakter masyarakatnya romantik, melankolis, dan sangat menghargai keindahan alam.
Setiap nada yang dihasilkan menciptakan suasana yang membawa pendengarnya menyelami kehidupan sehari-hari masyarakat yang hidup di pinggir sungai.
Budaya ini merupakan cerminan dari kehidupan agraris yang harmonis dengan alam. Masyarakat setempat menunjukkan kecintaan dan ketergantungan mereka terhadap sungai.
Baca Juga: Air Terjun Desa Tanjung Karang, Surga Tersembunyi di Hutan Baturaja
Aktivitas sehari-hari seperti transportasi dan pengolahan padi sangat bergantung pada aliran sungai, yang mana alat tradisional seperti “antan delapan” menjadi bagian integral dalam proses tersebut.
Nama Batanghari Sembilan sendiri diambil dari keberadaan sembilan anak sungai yang bermuara ke Sungai Musi, sungai terbesar yang membelah kota Palembang menjadi dua bagian.
Sungai ini tidak hanya menjadi sumber kehidupan, tetapi juga saksi bisu dari sejarah dan tradisi yang terjalin dalam setiap aliran airnya.
Kebudayaan ini semakin kaya dengan nilai-nilai yang diajarkan dari generasi ke generasi, menekankan pentingnya hubungan manusia dengan alam.
Dalam konteks ini, Batanghari Sembilan menjadi simbol identitas dan kebanggaan bagi masyarakat Sumsel. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









