Sumsel

Kericuhan Simpatisan di Debat Pilbup Muratara, Bawaslu Sumsel: Evaluasi dan Perketat SOP

Deni Hermawan | 30 Oktober 2024, 15:45 WIB
Kericuhan Simpatisan di Debat Pilbup Muratara, Bawaslu Sumsel: Evaluasi dan Perketat SOP

AKURAT.CO SUMSEL Kericuhan antar simpatisan dari tiga pasangan calon (paslon) saat debat pertama Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) menarik perhatian Bawaslu Sumatera Selatan (Sumsel).

Koordinator Penanganan Pelanggaran Bawaslu Sumsel, Ahmad Nafi, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini tengah berkoordinasi dengan kepolisian terkait dugaan tindak pidana dalam insiden tersebut.

"Bawaslu sedang berkoordinasi dengan kepolisian menyangkut tindak pidananya. Jika ditemukan unsur pidana pemilihan maupun tindak pidana umum, akan diproses,” ujar Ahmad, Rabu (30/10/2024).

Ahmad juga menegaskan bahwa insiden ini akan menjadi bahan evaluasi bagi pelaksanaan debat berikutnya. Menurutnya, Bawaslu akan meninjau ulang prosedur keamanan dan memperketat aturan agar tidak terjadi lagi kericuhan.

“Ini akan kita evaluasi untuk debat selanjutnya dan mempertimbangkan untuk memperketat pengamanannya,” tambahnya.

Baca Juga: Debat Pilbup Muratara Nyaris Ricuh Sampai Polisi Harus Lepaskan Tembakan, Begini Kronologisnya

Ketua Bawaslu Sumsel, Kurniawan, menyatakan bahwa debat merupakan bagian dari kampanye di mana paslon menyampaikan visi, misi, dan program kepada pemilih.

Dalam pelaksanaannya, Kurniawan mengingatkan bahwa ketertiban sangat penting untuk menjaga suasana debat tetap kondusif.

“KPU selaku penyelenggara debat harus memperhatikan aturan tata tertib. Jika perlu, kesepakatan bersama dengan paslon dapat dibuat agar para pendukung tetap menjaga ketertiban,” ungkapnya.

Sebagai informasi, kericuhan dilaporkan terjadi sebelum debat dimulai. Di luar gedung tempat berlangsungnya debat, simpatisan dari ketiga paslon saling meneriakkan yel-yel dan bernyanyi.

Ketika para tamu VIP, termasuk Plt Bupati, Sekda, asisten, paslon, dan anggota forkopimda sudah duduk di dalam gedung, barulah terdengar laporan tentang kericuhan di luar lokasi.

Ketiadaan pembatas antara simpatisan dari masing-masing paslon menjadi salah satu penyebab utama gesekan yang berujung kericuhan ini. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto