Dinkes Sumsel Pastikan Belum Ada Kasus Human Metapneumovirus (HMPV), Tetap Waspada

AKURAT.CO SUMSEL Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Selatan memastikan hingga pekan ketiga Januari 2025, belum ada temuan kasus Human Metapneumovirus (HMPV) di wilayah Sumsel, termasuk Palembang.
Kepala Dinkes Sumsel, Trisnawarman, yang mengungkapkan bahwa laporan dari dinas kesehatan kabupaten/kota menunjukkan belum ada kasus yang dilaporkan.
“Sampai sekarang, belum ada laporan kasusnya baik di Palembang maupun di Sumsel,” ujarnya, Jumat (17/1/2025).
Meski demikian, Dinkes Sumsel tetap melakukan langkah-langkah antisipasi terhadap potensi penyebaran HMPV yang kini ramai dibicarakan di Tiongkok.
Trisnawarman menegaskan bahwa masyarakat, stakeholder, dan fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) diminta tetap waspada dan memperkuat kapasitas tenaga medis, khususnya di laboratorium kesehatan masyarakat (Labkesmas).
Tim Gerak Cepat (TGC) juga diminta untuk siap mendeteksi dan merespons potensi peningkatan kasus Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), pneumonia, dan flu burung yang bisa saja terjadi.
“Kami sudah mengirimkan Surat Edaran (SE) kepada setiap kabupaten dan kota untuk meningkatkan kesiapsiagaan di tingkat daerah,” jelasnya.
Selain itu, Dinkes Sumsel juga mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir berlebihan terkait virus HMPV, yang menurut laporan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) hanya menimbulkan gejala flu biasa.
Trisnawarman menekankan pentingnya menjaga daya tahan tubuh dan menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah penyebaran virus tersebut.
"HMPV memiliki gejala yang mirip dengan flu biasa, namun tetap perlu diwaspadai agar tidak menyebar lebih luas. Yang paling penting adalah menjaga kebersihan diri dan kesehatan tubuh," tambahnya.
Petugas kesehatan juga diminta untuk memeriksa suhu tubuh warga yang baru pulang dari luar negeri. Pemeriksaan akan mencakup pengecekan suhu tubuh dan pemeriksaan kesehatan bagi yang menunjukkan gejala demam, batuk, atau kesulitan bernapas.
Warga yang terdeteksi memiliki gejala akan diarahkan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan.
Meski demikian, Trisnawarman menegaskan bahwa pihaknya belum berencana menyiapkan tempat isolasi khusus seperti yang dilakukan saat pandemi COVID-19, mengingat HMPV tidak tergolong sebagai virus yang berisiko tinggi. (Kurnia)
"Tidak perlu, ini arahan dari Menteri Kesehatan," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









