Bulog Genjot Penyerapan Gabah di Sumsel Babel, Target Tinggi di Tengah Panen Raya

AKURAT.CO SUMSEL Di tengah berlangsungnya puncak musim panen raya, Perum Bulog Wilayah Sumatrra Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel Babel) terus memaksimalkan penyerapan gabah petani.
Hingga awal April 2025, tercatat sebanyak 51.000 ton setara beras telah berhasil diserap, atau sekitar 33 persen dari target 154.000 ton.
Kepala Bulog Sumsel Babel, Heriswan, mengungkapkan optimisme pihaknya dalam mengejar sisa target penyerapan yang cukup besar. Dengan momentum panen raya yang sedang berlangsung di sejumlah sentra produksi, pihaknya meyakini angka penyerapan bisa meningkat signifikan menjelang akhir bulan.
“Kami sedang kebut di lapangan. Panen raya ini menjadi momen penting untuk mengejar kekurangan target. Kami akan lihat progresnya sampai akhir April,” ujarnya, Kamis (10/4/2025).
Salah satu strategi percepatan yang diterapkan Bulog, kata Heriswan, adalah sistem jemput bola. Tim Bulog langsung mendatangi petani di lokasi, membeli gabah dengan harga Rp6.500 per kilogram, dan menyediakan fasilitas angkutan.
Baca Juga: Sampah Lebaran di Palembang Melonjak 50 Persen, DLH Kerahkan 1.200 Petugas Tangani Lonjakan
“Petani cukup siapkan hasil panennya di pinggir sawah. Truk-truk kami yang akan menjemput,” tambahnya.
Saat ini, Bulog telah memiliki cadangan 46.000 ton beras dari hasil serapan panen, yang dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sumsel selama enam bulan ke depan.
Namun demikian, Heriswan menegaskan, penyerapan akan terus dilakukan demi menjaga stabilitas pangan dan mendukung kesejahteraan petani.
Bulog menargetkan bisa menyerap 30 persen dari total produksi gabah petani di Sumsel dan Babel. Sisanya diperbolehkan untuk dijual ke pasar atau mitra kerjasama petani lainnya.
“Kami tetap berkomitmen untuk serap hasil panen semaksimal mungkin, sekaligus menjaga stok dan harga di pasar tetap stabil,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








