Sumsel

Sampah Lebaran di Palembang Melonjak 50 Persen, DLH Kerahkan 1.200 Petugas Tangani Lonjakan

Maman Suparman | 10 April 2025, 17:00 WIB
Sampah Lebaran di Palembang Melonjak 50 Persen, DLH Kerahkan 1.200 Petugas Tangani Lonjakan

AKURAT.CO SUMSEL Euforia Idul Fitri 1446 Hijriah di Kota Palembang ternyata membawa dampak signifikan terhadap volume sampah.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Palembang mencatat lonjakan jumlah sampah hingga 50 persen selama sepekan masa libur Lebaran 2025 berlangsung.

Dari data yang dihimpun DLH, produksi sampah harian di 18 kecamatan meningkat dari rata-rata 1.240 ton menjadi 1.600 ton per hari. Lonjakan ini sebagian besar didominasi oleh sampah rumah tangga, terutama sisa makanan dan bahan organik lainnya.

“Selama masa Lebaran 2025, volume sampah melonjak drastis akibat meningkatnya aktivitas masyarakat, terutama terkait dengan tingginya konsumsi makanan. Ini membuat volume sampah naik sekitar 50 persen dari kondisi normal,” ujar Kepala Bidang Sarana dan Prasarana DLH Palembang, Andika Martadinata, Kamis (10/4/2025).

Baca Juga: Usai Lebaran, Harga Sembako di Palembang Mulai Stabil, Cabai dan Bawang Turun Tajam

Dengan jumlah penduduk Palembang yang mencapai 1,7 juta jiwa, Andika menjelaskan bahwa setiap orang berpotensi menghasilkan sampah sekitar 0,7 hingga 0,8 kilogram per hari. Dari akumulasi tersebut, sebagian besar berasal dari sampah organik.

“Jenis sampah yang paling banyak dihasilkan berasal dari limbah organik, seperti sisa makanan dan bahan dapur. Sampah jenis ini menjadi tantangan tersendiri karena cepat membusuk dan menimbulkan bau tidak sedap,” ujarnya.

Meski begitu, Andika menyebut tidak semua sampah langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sebagian telah dipilah untuk didaur ulang atau dimanfaatkan kembali, sehingga volume yang masuk ke TPA dapat ditekan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia