Cekcok Soal Uang Denda Tilang Motor, Pria di Palembang Diancam Temannya Pakai Celurit dan Tombak

AKURAT.CO, SUMSEL - Seorang pria bernama Andri (41) mengaku telah diancam oleh temannya sendiri menggunakan senjata tajam jenis Celurit dan Tombak.
Karena tak terima, warga jalan Ki Gede Ing Suro, lorong Serengam I, Kecamatan Ilir Barat II Palembang itu pun membuat laporan polisi di SPKT Polrestabes Palembang, pada Jumat (2/5/2025) malam.
Menurut keterangannya, peristiwa yang dialaminya terjadi pada Jumat (2/5/2025), sekitar pukul 17.00 WIB, di lorong Serengam I, tepatnya di depan rumah korban.
Baca Juga: Tagih Utang, Pria di Palembang Aniaya Tetangga Pakai Besi Shock Motor hingga Luka Parah
Kronologi Kejadian
Sebelum terjadi pengancaman itu, korban sempat meminta ditemani terlapor Adi alias Bagong, untuk pergi menggunakan sepeda motor terlapor.
Namun, saat di perjalanan sepeda motor tersebut ditilang oleh polisi karena mereka tidak memakai helm dan berakhir dengan motor itu ditahan.
Baca Juga: Update Harga Emas Palembang 3 Mei 2025, Hampir Sentuh Angka Rp 10 Juta Per Suku
Kemudian terlapor meminta uang sebesar Rp 200 ribu kepada korban untuk menebus denda tilang sepeda motornya yang ditahan polisi.
Korban awalnya memberikan uang sebesar Rp150 ribu kepada terlapor.
Sisanya, akan diberikan saat terlapor hendak menebus sepeda motornya yang ditilang.
Baca Juga: 5 Cara Menggunakan Aplikasi Penghasil Saldo DANA Gratis, Cocok untuk Tambahan Uang Jajan
Namun, di luar dugaannya, uang tersebut tidak digunakan untuk menebus sepeda motor yang kena tilang.
Akan tetapi digunakan untuk menebus HP milik terlapor tanpa sepengetahuan korban.
"Saya tahunya itu saat saya datangi rumahnya, mau menanyakan sudah dibayar belum denda tilang dan motornya sudah diambil belum. Ternyata belum diambilnya, dan uangnya digunakan menebus Handphonenya sendiri. Mengetahui itu, saya langsung pulang ke rumah, tidak mau mempermasalahkannya," ungkap korban, saat diwawancarai usai membuat laporan.
Baca Juga: Remaja 14 Tahun di Palembang Jadi Korban Penganiayaan, Pelaku Diduga Siswa SMA
Tak berselang lama, tiba-tiba terlapor menemui korban di rumahnya, untuk meminta kembali kekurangan uang denda tilang.
Namun, dikarenakan uang sebelumnya sudah dipakai untuk menebus Handphonenya, korban pun tidak lagi memberikan sisa uang tersebut.
Ternyata penolakan ini membuat terlapor tidak terima dan terjadilah cekcok antara korban dengan temannya, Adi alias Bagong.
Baca Juga: Nikmat dan Sehat, Begini Resep Gado-Gado yang Bisa Kamu Coba di Rumah
"Dia tidak terima, ribut mulut lah kami di situ dan kepala saya sempat dipukulnya, lalu berhasil dilerai oleh adik saya. Kemudian dia pulang dan kembali lagi ke rumah saya bawa Celurit dan Tombak, mau melukai saya, untung ada warga dan keluarga saya yang memisahkan," terang Andri.
Takut akan hal yang tak diinginkan kembali dilakukan terlapor, korban pun terpaksa melaporkan temannya sendiri ke polisi.
"Saya juga tidak terima sudah diancamnya seperti itu, itulah cepat-cepat saya buat laporan polisi, biar dia ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," tutup Andri. (Deny Wahyudi)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









