Diluncurkan Januari 2026, Pemprov Sumsel Siapkan 84 Rumah Sakit untuk Program 'Road to Health Tourism'

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bergerak cepat mewujudkan ambisi menjadikan daerahnya sebagai destinasi wisata kesehatan terkemuka.
Sebanyak 84 rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta, telah disiapkan sebagai langkah awal peluncuran program besar bertajuk "Road to Health Tourism"yang direncanakan pada Januari 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Trisnawarman, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sedang berkoordinasi intensif dengan Kementerian Pariwisata dan Kementerian Kesehatan untuk mematangkan konsep dan teknis pelaksanaan program tersebut.
"Berbagai rapat dan penyusunan data sudah berjalan. Sekarang sedang melengkapi datanya. Rencananya awal Januari 2026 akan dilaunching Road to Health Tourism,” kata Trisnawarman, Selasa (2/12/2025).
Trisnawarman menjelaskan, konsep wisata kesehatan yang diusung Sumsel tidak hanya berfokus pada layanan medis berteknologi tinggi, tetapi juga akan mengintegrasikannya dengan unsur budaya lokal.
Baca Juga: Mahasiswi Swasta Palembang Lapor Polisi Usai Dompet dan Surat Penting Raib
Penggabungan layanan medis dan tradisi lokal ini diharapkan mampu menarik perhatian wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Saat ini, Pemprov fokus pada peningkatan fasilitas dan sumber daya. Trisnawarman memastikan bahwa peralatan medis dan sarana di 84 rumah sakit yang terlibat akan terus ditingkatkan secara bertahap hingga tahun 2030.
"Saat ini, sebanyak 84 rumah sakit di Sumsel baik milik pemerintah maupun swasta tengah disiapkan untuk mendukung program ini. Untuk itu peralatan medis dan sarana rumah sakit di Sumsel terus ditingkatkan," ujarnya.
Dalam upaya meningkatkan layanan, rumah sakit unggulan diprioritaskan untuk melengkapi tenaga medis dan alat kesehatan. RSUD Siti Fatimah dipersiapkan secara khusus untuk menjadi rumah sakit rujukan utama dalam implementasi health tourism.
Selain itu, dua rumah sakit tipe A di Palembang, yakni RSUP/RSMH Palembang dan RSUD Siti Fatimah, dinilai siap menjadi penopang utama program ini karena mampu mengakomodasi kebutuhan rujukan secara komprehensif.
Meski ketersediaan dokter spesialis dinilai sudah memadai, pemenuhan tenaga subspesialis masih terus diupayakan untuk beberapa daerah. Program ini akan dijalankan secara bertahap sambil melengkapi seluruh fasilitas dan SDM kesehatan di seluruh Sumsel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Bagaimana BLT Kesra?
- 2Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Berakhir Besok, Ini Tanda Bantuan Cair dan Masuk Rekening
- 3Sumsel Bakal Dilanda Hujan Deras Sepanjang Hari Besok, Masyarakat Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem
- 4Hari Ini 28 Oktober 2026 Libur atau Tidak? Cek Ketentuan SKB 3 Menteri
- 5Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di India, Ini Spesifikasi dan Harganya
- 6Lantik 23 Pejabat Pemkot Palembang, Ratu Dewa Tekankan Kinerja dan Pelayanan Publik
- 7Pendaftaran KIP Kuliah 2026 Ditutup 31 Oktober, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
- 8Harga Emas Perhiasan Palembang Hari Ini Masih Stagnan, Saatnya Beli?
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







