Sumsel

Program Cek Kesehatan Gratis di Sumsel Baru Sentuh 1,5 Persen Warga, Ini Kendalanya

Maman Suparman | 14 Juni 2025, 17:00 WIB
Program Cek Kesehatan Gratis di Sumsel Baru Sentuh 1,5 Persen Warga, Ini Kendalanya

AKURAT.CO SUMSEL Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sejak Februari 2025 masih menghadapi tantangan besar dalam hal jangkauan.

Hingga 10 Juni 2025, program ini baru menjangkau sekitar 1,55 persen dari total populasi Sumsel yang diperkirakan mencapai 9 juta jiwa.

Data Dinas Kesehatan Sumsel menunjukkan, sebanyak 146.883 warga telah mendaftar, namun hanya 139.552 orang yang benar-benar hadir mengikuti pemeriksaan. Capaian ini dinilai jauh dari target ambisius pemerintah provinsi, yakni 50 persen partisipasi penduduk.

“Secara kehadiran cukup tinggi, yakni hampir 95 persen dari yang mendaftar. Tapi secara cakupan populasi, angka ini masih rendah,” ungkap Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sumsel, Dedy Irawan, Sabtu (14/6/2025).

Baca Juga: Kecelakaan Maut di H Abdul Rozak Palembang, Sopir Truk Klaim Tak Tahu Korban Terlindas

Dari sisi wilayah, Kota Palembang menjadi daerah dengan partisipasi tertinggi, mencapai 34.961 pendaftar. Disusul OKU Selatan (28.634), Muara Enim (17.564), dan Muratara (14.695).

Namun, angka kontras terlihat di Kota Pagar Alam yang hanya mencatat 77 pendaftar, dengan 56 orang hadir.

“Lubuklinggau dan PALI juga termasuk daerah dengan partisipasi rendah. Ini menjadi perhatian kami untuk segera dilakukan evaluasi,” tambah Dedy.

Menurut Dedy, minimnya partisipasi warga bukan semata-mata karena kurangnya minat, tetapi lebih pada kurangnya informasi dan keterbatasan fasilitas di sejumlah daerah, terutama di wilayah pedesaan.

“Banyak masyarakat desa belum mendapatkan informasi secara utuh mengenai program ini. Ditambah lagi, peralatan medis di faskes terpencil belum memadai, sehingga tidak semua jenis pemeriksaan bisa diberikan secara merata,” jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia