Harga Telur Ayam di Palembang Masih Tinggi, Cuaca Panas dan Program MBG Jadi Pemicu

AKURAT.CO SUMSEL Harga telur ayam di Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) belum juga turun.
Hampir sebulan terakhir, harga kebutuhan pokok tersebut bertahan di kisaran Rp29.000 per kilogram, membuat masyarakat dan pelaku usaha kuliner harus kembali menyesuaikan anggaran belanja.
Menurut Analisis Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Palembang, Yulius Priansyah, salah satu penyebab utama masih tingginya harga telur ayam adalah cuaca panas ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Sumsel.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap produktivitas ayam petelur dan kenaikan harga pakan.
“Produksi telur ayam menurun karena suhu yang terlalu panas. Ditambah lagi harga pakan naik dan permintaan dari masyarakat juga tinggi,” jelas Yulius, Sabtu (18/10/2025).
Dari hasil pantauan Dinas Perdagangan, harga telur di sejumlah pasar tradisional seperti Pasar 10 Ulu tercatat stabil di angka Rp29.000 per kilogram.
Selain faktor cuaca, Yulius juga menyebut adanya penyerapan besar-besaran dari program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) yang turut memengaruhi ketersediaan stok telur ayam di pasaran.
“Program MBG memang menyerap cukup banyak bahan pangan seperti telur dan daging ayam. Dampaknya stok di pasar menurun, sehingga harga sulit turun,” tambahnya.
Baca Juga: Guru di SMAN 16 Palembang Dianiaya Rekan Seprofesi, Berawal dari Cekcok Soal Berkas Sertifikasi
Meski begitu, Pemkot Palembang telah menyiapkan langkah antisipasi agar harga tidak terus melonjak, salah satunya melalui program gerakan pasar murah yang digelar di 18 kecamatan sejak Selasa (15/10/2025).
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau di tengah kondisi pasar yang belum stabil.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Peternak Unggas Palembang, Ismaidi, mengungkapkan harga telur di tingkat peternak saat ini berkisar Rp26.500 per kilogram dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.
“Yang kami khawatirkan justru perubahan suhu beberapa hari terakhir ini. Cuaca panas bisa memicu stres pada ayam dan menurunkan produksi,” katanya.
Ismaidi menambahkan, selain berdampak pada produksi, cuaca panas juga meningkatkan risiko penyakit unggas, yang bila tidak diantisipasi bisa memperparah kondisi pasokan telur di pasaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 2Dokter Muda di Palembang Laporkan Dugaan Penganiayaan oleh Mertua, Leher Dicekik hingga HP Dibanting
- 3Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Bagaimana BLT Kesra?
- 4Hari Ini 28 Oktober 2026 Libur atau Tidak? Cek Ketentuan SKB 3 Menteri
- 5Harga Emas Perhiasan Palembang Turun Tipis Hari Ini, Cek Rincian Terbarunya
- 6Sumsel United Curi Poin di Menit Akhir, Nasuha Siapkan Evaluasi Jelang Hadapi Semen Padang
- 7PLN Palembang Jadwalkan Pemadaman Listrik 2,5 Jam Siang Ini, Cek Lokasi Terdampaknya
- 8Link dan Panduan Cek Desil Bansos Online Oktober 2026, Cukup Pakai HP Bisa dari Mana Saja
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







