Sumsel

Harga Telur Ayam di Palembang Masih Tinggi, Cuaca Panas dan Program MBG Jadi Pemicu

Maman Suparman | 18 Oktober 2025, 16:15 WIB
Harga Telur Ayam di Palembang Masih Tinggi, Cuaca Panas dan Program MBG Jadi Pemicu

AKURAT.CO SUMSEL Harga telur ayam di Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) belum juga turun.

Hampir sebulan terakhir, harga kebutuhan pokok tersebut bertahan di kisaran Rp29.000 per kilogram, membuat masyarakat dan pelaku usaha kuliner harus kembali menyesuaikan anggaran belanja.

Menurut Analisis Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Palembang, Yulius Priansyah, salah satu penyebab utama masih tingginya harga telur ayam adalah cuaca panas ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Sumsel.

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap produktivitas ayam petelur dan kenaikan harga pakan.

“Produksi telur ayam menurun karena suhu yang terlalu panas. Ditambah lagi harga pakan naik dan permintaan dari masyarakat juga tinggi,” jelas Yulius, Sabtu (18/10/2025).

Dari hasil pantauan Dinas Perdagangan, harga telur di sejumlah pasar tradisional seperti Pasar 10 Ulu tercatat stabil di angka Rp29.000 per kilogram.

Selain faktor cuaca, Yulius juga menyebut adanya penyerapan besar-besaran dari program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) yang turut memengaruhi ketersediaan stok telur ayam di pasaran.

“Program MBG memang menyerap cukup banyak bahan pangan seperti telur dan daging ayam. Dampaknya stok di pasar menurun, sehingga harga sulit turun,” tambahnya.

Baca Juga: Guru di SMAN 16 Palembang Dianiaya Rekan Seprofesi, Berawal dari Cekcok Soal Berkas Sertifikasi

Meski begitu, Pemkot Palembang telah menyiapkan langkah antisipasi agar harga tidak terus melonjak, salah satunya melalui program gerakan pasar murah yang digelar di 18 kecamatan sejak Selasa (15/10/2025).

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau di tengah kondisi pasar yang belum stabil.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Peternak Unggas Palembang, Ismaidi, mengungkapkan harga telur di tingkat peternak saat ini berkisar Rp26.500 per kilogram dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.

“Yang kami khawatirkan justru perubahan suhu beberapa hari terakhir ini. Cuaca panas bisa memicu stres pada ayam dan menurunkan produksi,” katanya.

Ismaidi menambahkan, selain berdampak pada produksi, cuaca panas juga meningkatkan risiko penyakit unggas, yang bila tidak diantisipasi bisa memperparah kondisi pasokan telur di pasaran. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia