Debat Pertama Pilgub Sumsel Dinilai Normatif dan Monoton, Misi Mentah Tanpa Solusi Nyata

AKURAT.CO SUMSEL Debat pertama dinilai terlalu normatif dan monoton membuat visi serta misi para calon tidak tersampaikan dengan baik kepada publik.
Pengamat Politik UIN Raden Fatah Palembang, Yulion Zalpa mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap tema-tema yang dibahas dalam debat.
“Tidak ada eksplorasi mendalam mengenai isu-isu penting seperti narkoba, toleransi agama, dan masalah ekonomi di Sumsel. Calon-calon seharusnya mengaitkan permasalahan tersebut dengan kerangka kebijakan yang konkret,” ujarnya.
Debat Pilgub Sumsel semalam tidak mampu menarik perhatian masyarakat. Banyak yang tidak akan menangkap gagasan-gagasan yang dimiliki calon karena kurangnya penyampaian yang konkret.
Dalam konteks ini, dia mengusulkan agar debat diinisiasi oleh lembaga pendidikan, sehingga para calon diuji gagasan dan pemikiran mereka secara lebih mendalam.
“Debat semalam hanya menampilkan sindiran-sindiran antar calon, bukan substansi yang diharapkan. Hal ini menjadikan calon seperti Eddy Santana (ESP) lebih leluasa karena dia bukan petahana,” ungkapnya.
Baca Juga: Debat Pilgub Sumsel: Ini yang Dibahas Oleh Herman Deru, Eddy Santana dan Mawardi Yahya Semalam
Ia juga menggarisbawahi bahwa masyarakat belum mendapatkan informasi yang cukup tentang program-program yang akan diusung para calon.
“Cukup ironis jika hanya misi mentah yang mereka sampaikan saat debat,” katanya.
Lebih jauh, debat yang lebih berisi sindir-menyindir ketimbang penyampaian gagasan ini menguntungkan calon Eddy Santana, yang tidak terikat oleh jabatan petahana.
“ESP lebih leluasa karena bukan petahana, sedangkan HD dan MY terkesan terbatasi,” ungkapnya.
Sementara itu, ada kekhawatiran bahwa dengan tidak adanya program-program yang rasional, para calon tidak akan mampu menarik pemilih rasional, yang sangat penting dalam pemilihan ini.
“Swing voters mungkin tidak meningkat, karena para calon tidak menyajikan program-program yang meyakinkan,” tutupnya. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









