Sumsel

APBD Baru Terserap 27,32 Persen, Sekda Sumsel Desak OPD Bergerak Cepat dan Akhiri Budaya Autopilot

Maman Suparman | 17 Juli 2025, 12:00 WIB
APBD Baru Terserap 27,32 Persen, Sekda Sumsel Desak OPD Bergerak Cepat dan Akhiri Budaya Autopilot

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) diminta tidak lagi bekerja dengan pola lama yang lamban dan minim inisiatif.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel, Edward Candra menyoroti kinerja aparatur sipil negara (ASN) yang dinilai masih lemah, terutama dalam menyerap anggaran. Hingga pertengahan Juli 2025, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumsel baru mencapai 27,32 persen.

"Ini angka yang sangat rendah. Kalau tidak kita ubah, bukan hanya stagnan, tapi bisa tertinggal," ujar Edward tegas di hadapan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan jajaran ASN Pemprov Sumsel, Kamis (17/7/2025).

Ia menekankan bahwa kondisi ini harus menjadi alarm bagi semua pihak, terutama para pimpinan OPD, untuk segera bergerak cepat. Edward meminta agar budaya kerja autopilot segera diakhiri, di mana program berjalan seadanya tanpa inisiatif maupun gebrakan nyata.

Baca Juga: Saldo Gratis hingga Rp100 Ribu, Ini Cara Mudah Klaim Dana Kaget Resmi Hari Ini

"Jabatan ada, anggaran ada, tapi dampaknya ke masyarakat belum terasa. Kita tidak bisa terus seperti ini," katanya.

Edward juga menyentil rendahnya potensi pendapatan daerah yang belum tergarap maksimal. Ia mengajak seluruh perangkat daerah untuk tidak hanya menunggu arahan, melainkan aktif melakukan pendekatan kreatif dan strategi jemput bola dalam menggali potensi baru.

"Program yang top-down saja tidak cukup. Kami butuh ide dari Bapak/Ibu, inovasi dari lapangan," tambahnya.

Selain kinerja anggaran, Edward turut mengingatkan pentingnya etika dan komunikasi yang baik. Ia menerima laporan terkait sejumlah ASN di beberapa OPD yang bersikap arogan dan tidak komunikatif, yang berpotensi mencoreng citra pemerintahan.

"Kita ingin semua ASN Sumsel dikenal dengan integritas dan komunikasi yang baik. Jangan rusak kepercayaan publik," pesannya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia