Sumsel

Potensi Mendunia, Peternak Telur Ayam Sumsel Targetkan Pasar Ekspor di Tahun 2026

Maman Suparman | 20 Januari 2026, 19:00 WIB
Potensi Mendunia, Peternak Telur Ayam Sumsel Targetkan Pasar Ekspor di Tahun 2026

AKURAT.CO SUMSEL Sektor peternakan Sumatera Selatan (Sumsel) tengah bersiap mencatatkan sejarah baru. Komoditas telur ayam lokal kini ditargetkan segera menembus pasar internasional melalui program pendampingan intensif "Go Ekspor" yang diinisiasi oleh Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel.

Langkah strategis ini diambil guna memastikan produk unggulan Sumsel memenuhi standar kesehatan hewan dan regulasi keamanan pangan global.

Kepala Balai Karantina Sumsel, Sri Endah, menegaskan bahwa pendampingan teknis sangat krusial agar peternak lokal mampu bersaing di kancah global. Saat ini, terdapat sekitar 100 peternakan ayam petelur di Sumsel yang memiliki potensi produksi melimpah.

Baca Juga: Heteroseksual Jadi Penyebab Maraknya HIV/AIDS di Sumsel

"Sumsel adalah lumbung telur. Melalui pendampingan ini, kami memastikan para peternak tidak hanya siap secara kuantitas, tapi juga memenuhi standar administratif dan teknis ekspor yang ketat," ujar Sri Endah, Selasa (20/1/2026).

Salah satu kandidat kuat yang dipersiapkan menjadi motor ekspor adalah PT Banyuasin Mukut Inti (BMI). Peternakan yang berlokasi di Desa Mukut, Kabupaten Banyuasin ini, memiliki kapasitas produksi mencapai 17 ton telur per hari dengan populasi 400.000 ekor ayam.

Selain PT BMI, sejumlah korporasi besar seperti PT Pulau Farm dan PT Gunawan Farm juga masuk dalam radar monitoring untuk ekspansi ke pasar luar negeri.

Dalam peninjauan di lapangan, Pejabat Otoritas Veteriner (POV) Sumsel, Jafrizal, bersama tim Karantina mengecek langsung penerapan manajemen biosekuriti serta sanitasi lingkungan.

Meski secara teknis peternakan besar di Sumsel sudah memenuhi standar, tantangan berikutnya adalah menyesuaikan detail persyaratan dari negara pemesan.

"Berdasarkan hasil monitoring, PT BMI sudah memenuhi standar keamanan pangan. Tahap selanjutnya adalah sinkronisasi dengan persyaratan spesifik dari negara tujuan ekspor," tambah Sri Endah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia