Mengenal Ragam Rumah Adat Sumatera Selatan dan Makna Filosofinya

AKURAT. CO SUMSEL - Provinsi Sumatera Selatan yang dulunya merupakan cikal bakal Kerajaan Sriwijaya memiliki kekayaan budaya dan sejarah yang beragam.
Salah satunya adalah rumah-rumah adat yang tersebar di berbagai daerah provinsi Sumatera Selatan.
Selain usianya yang sudah ratusan tahun, rumah-rumah adat di setiap daerah juga memiliki makna dan filosofi kehidupan yang dalam.
Baca Juga: DKPP Sumsel Catat 18 Ekor Kerbau Mati Mendadak di Lahat, Disebut Terkena Penyakit Ngorok
1. Rumah Cara Gudang
Rumah Cara Gudang dibangun menggunakan bahan kayu khusus.
Seperti kayu trembesu, petanang dan unglen.
Baca Juga: Dishub Palembang Kena Tegur Keras, Wali Kota Ratu Dewa Geram Soal Parkir Liar dan PJU Gelap
Rumah adat ini memiliki tiga ruang utama, yaitu ruang depan, ruang tengah dan ruang belakang.
Disebut rumah Cara Gudang karena keunikan bentuk bangunannya yang memanjang menyerupai gudang.
Rumah adat ini awalnya muncul setelah era kolonial.
Baca Juga: Dinas Pendidikan Sumsel Tegaskan Larangan Pungutan Perpisahan, Minta Warga Tak Takut Lapor
Rumah itu lebih digemari oleh masyarakat yang berada di sekitar perairan Sungai Musi karena lebih efisien dari segi perawatan dan tidak memiliki kriteria tertentu mengenai bentuknya.
2. Rumah Limas
Rumah Limas menjadi salah satu rumah adat yang paling dikenal masyarakat luas.
Baca Juga: Nenek 100 Tahun Dianiaya Anak Kandung Pakai Kaleng Susu Setelah Tanyakan Surat Tanah
Ciri khas rumah adat ini ada pada tiang-tiang penyangganya yang tingginya bisa mencapai dua meter.
Rumah Limas rata-rata memiliki undakan (kekijing) sebanyak dua hingga empat kekijing.
Setiap tingkatan dari rumah ini juga memiliki filosofi tradisional tersendiri, yaitu umur, jenis kelamin, keahlian, pangkat, dan derajat.
Baca Juga: Ribuan Buruh Siap Turun ke Jalan di May Day Sumsel, Desak Revisi UMSP dan UU Ketenagakerjaan
Setidaknya ada lima ruangan utama dalam bangunan rumah adat ini, yakni Pagar Tenggulung, Jogan, Kekijing Ketiga, Kekijing Keempat, dan Gegajah.
3. Rumah Rakit
Rumah Rakit dibangun di sebuah rakit dengan pondasi yang terbuat dari balok kayu dan beberapa potongan bambu yang ditancapkan di sungai.
Baca Juga: Sumsel Dukung Program Tiga Juta Rumah, Wagub Cik Ujang Hadiri Rakortek Perumahan di Kemendagri
Pintu utama rumah adat ini biasanya menghadap ke daratan yang dihubungkan dengan sebuah jembatan dari bambu.
Rumah Rakit merupakan rumah adat tertua di provinsi Sumatera Selatan.
Eksistensinya diperkirakan sudah ada sejak zaman Kedatuan Kerajaan Sriwijaya.
Baca Juga: Jambret di Kertapati Palembang Gasak Ponsel, Gunakan untuk Tipu Kontak Korban
4. Tatahan
Rumah adat Sumatera Selatan yang satu ini berbentuk bujur sangkar dan dibangun terapung di atas tiang dengan ketinggian 1,5 meter.
Rumah Tatahan dikenal juga dengan Rumah Basemah yang artinya pahatan.
Baca Juga: Lima Tahanan Polres Lahat Masih Buron, Pelarian Diduga Diotaki Napi Kasus Narkoba
Hal ini karena di rumah adat ini ada banyak sekali lukisan atau pahatan di sisi dindingnya.
Rumah Tatahan memiliki empat ruangan utama, yaitu sangkar atas, sangkar bawah, bagian depan dan bagian tengah.
5. Rumah Kilapan
Baca Juga: Diproyeksikan Jadi Cagar Budaya, Inilah Pesona Sejarah dan Budaya Gua Harimau di Kabupaten OKU
Rumah Kilapan juga dibangun di atas tiang setinggi 1,5 meter.
Namun, tiang rumah kilapan tidak ditancapkan ke tanah melainkan hanya diletakkan saja.
Rumah adat tidak memiliki ukiran apapun karena dindingnya hanya sekedar dihaluskan dengan ketam atau sugu.
Baca Juga: Sakit Hati Diusir, Pria di Palembang Siram Air Keras ke Wajah Pemuda
6. Rumah Kingking
Rumah Kingking merupakan rumah panggung yang berbentuk bujur sangkar dengan atap yang terbuat dari bambu dibelah dua yang disebut Gelumpai.
Pembagian ruangan dalam rumah adat Kingking ini sama dengan pembagian ruangan pada Rumah Tatahan.
Baca Juga: Update Harga BBM Seluruh SPBU di Indonesia Akhir April 2025, Terpantau Tetap Stabil
7. Rumah Ulu
Rumah Ulu merupakan rumah adat Sumatera Selatan yang menjadi milik masyarakat yang tinggal di bagian hulu salah satu sungai terpanjang di Indonesia, yaitu Sungai Musi.
Proses pembangunan rumah adat satu ini cukup sulit karena menggunakan sistem khusus yang disebut Ulak-ulak.
Namun, Rumah Ulu sudah diketahui sangat langka dan sangat susah untuk ditemukan di Sumatera Selatan pada zaman sekarang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




