Sumsel

Sekanak, dari Kampung Bangsawan Jadi Destinasi Wisata Baru Palembang

St Shofia Munawaroh | 14 April 2025, 08:00 WIB
Sekanak, dari Kampung Bangsawan Jadi Destinasi Wisata Baru Palembang

AKURAT. CO SUMSEL - Kota Palembang hadir dengan banyak tempat bersejarah di dalamnya.

Salah satunya adalah Sekanak, sebuah kawasan yang memiliki deretan bangunan tua lengkap dengan sejarah panjangnya. 

Kampung para bangsawan

Baca Juga: Air Terjun Aik Itam, Permata Tersembunyi di OKU Selatan dengan Pesona Alam yang Menakjubkan

Pada era Kesultanan, Sekanak disebutkan jadi benteng pertahanan terakhir yang dihuni para bangsawan.

Seperti para Adipati, rekanan dan para sahabat Sultan, tepatnya di Muara Sungai Sekanak.

Para bangsawan tersebut menempati rumah-rumah Limas khas Palembang yang masih bisa dilihat sampai sekarang.

Baca Juga: Jumlah Penumpang Seluruh Moda Transportasi di Sumsel Turun pada Februari 2025

Sultan Mahmud Badaruddin II disebutkan sebelum diasingkan Belanda ke Ternate, keluar dari Keraton (BKB) melintasi Lawang Borotan (Pintu Belakang) menuju kediaman Adipati di Sekanak.

Karena inilah Sekanak dianggap memiliki nilai sejarah panjang yang menjadi saksi berbagai peristiwa di Palembang.

Pusat perdagangan

Baca Juga: Nilai Tukar Petani Sumsel Naik Jadi 132,94 pada Maret 2025, Ditopang Sektor Tanaman Pangan dan Perkebunan

Pada era yang sama, kawasan para bangsawan ini juga disebutkan kerap didatangi para pedagang dari Asia.

Transaksi ekonomi pun terus terjadi sampai masa kolonial Belanda.

Hal ini dibuktikan dengan keberadaan Gedung Jacobson van Den Berg.

Baca Juga: Inul Daratista Kenang Kebaikan Titiek Puspa Semasa Hidup, Dipinjami Uang hingga Dinaikkan Jet Pribadi

Di dalam gedung ini, terdapat ruangan brankas yang mungkin dijadikan tempat penyimpanan barang berharga dan uang dalam jumlah besar.

Sampai saat ini, jejeran bangunan toko lama yang mengesankan suasana khas masa lampau masih berdiri kokoh walau sebagian mulai memerlukan perbaikan.

Sementara itu, tak jauh dari jembatan Sekanak, ada sebuah pasar tradisional yang menjadi nadi pusat perdagangan pada masa itu.

Baca Juga: Update Kasus Rudapaksa yang Dilakukan Dokter Residen Unpad Korban Bertambah Jadi 3 Orang

Walau tak seramai dulu, nyatanya pasar ini masih dijadikan sebagai warga berbelanja kebutuhan mereka.

Jadi destinasi wisata baru

Di kawasan Sekanak ada sungai bernama Sungai Lambiardo yang sempat tak terurus hingga airnya berwarna hitam.

Baca Juga: TPK Hotel Bintang Sumsel Naik di Februari 2025, Non Bintang Justru Turun

Oleh Pemerintah setempat, sungai ini kemudian direstorasi dan memiliki tampilan baru yang lebih bersih dan cantik.

Penataan dilakukan mulai pengecatan bangunan tua hingga penataan Sungai Sekanak yang terintegrasi dengan kawasan Benteng Kuto Besak, Kantor Leiden (Kantor wali kota), Museum SMB II dan Jembatan Ampera.

Kawasan wisata ini semakin lengkap dengan kehadiran beragam kuliner di dalamnya.

Mulai dari masakan oriental sampai kedai-kedai kopi kekinian. 

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.