Sumsel

Mengenal Kasus Pneumonia di Cina

Deni Hermawan | 2 Desember 2023, 13:05 WIB
Mengenal Kasus Pneumonia di Cina

AKURAT.CO SUMSEL Saat ini perhatian dunia tertuju pada lonjakan penyakit pernapasan dan kelompok pneumonia pada anak-anak di Cina. 

Organisasi Kesehatan Dunia WHO turun tangan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, namun otoritas kesehatan di Cina belum mendeteksi patogen yang tidak biasa atau baru. 

Meskipun begitu, pihak berwenang di Taiwan menyarankan para lansia, anak-anak, dan mereka yang memiliki kekebalan tubuh yang buruk untuk menghindari perjalanan ke Cina. 

Lonjakan kasus pneumonia ini menimbulkan kekhawatiran akan adanya tekanan potensial pada sistem perawatan kesehatan.

Dikutip dari Reuters, berikut ini beberapa fakta mengenai penyakit pernapasan di Cina dan informasi yang perlu diketahui.

Kondisi Terkini di Cina

Peningkatan kasus penyakit pernapasan terjadi ketika Cina menghadapi musim dingin penuh pertama, setelah mencabut pembatasan Covid-19 yang ketat pada Desember tahun lalu.

Lonjakan kasus ini menjadi perhatian WHO yang saat itu  meminta informasi lebih lanjut kepada Cina minggu lalu.

Merujuk pada laporan dari Program Pemantauan Penyakit yang Baru Muncul (ProMED) tentang kelompok pneumonia yang tidak terdiagnosis pada anak-anak.

Disaming itu, beberapa pengguna media sosial  telah membagikan foto-foto anak-anak yang sedang menjalani infus di rumah sakit. 

Sementara media di kota-kota seperti Xian di barat laut telah memposting video rumah sakit yang penuh sesak.

Hal-hal tersebut menimbulkan kekhawatiran akan adanya tekanan potensial pada sistem perawatan kesehatan.

Lonjakan Kasus Pneumonia di Cina

Komisi Kesehatan Nasional Cina menyatakan dalam konferensi pers pada 13 November bahwa terjadi peningkatan kasus penyakit pernapasan, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.

WHO Cina mengatakan bahwa otoritas kesehatan di sana tidak menemukan angka yang lebih tinggi daripada puncak musim dingin sebelum pandemi Covid-19.

Jenis Bakteri Penyebab Pneumonia

Data menunjukkan bahwa peningkatan ini terkait dengan pencabutan pembatasan Covid-19 bersamaan dengan penyebaran patogen yang diketahui seperti mycoplasma pneumoniae, infeksi bakteri umum yang biasanya menyerang anak-anak yang lebih muda dan telah beredar sejak Mei.

Influenza, respiratory syncytial virus (RSV), dan adenovirus telah beredar sejak bulan Oktober.

Apa yang Perlu Dikhawatirkan Masyarakat?

Salah satu hal yang perlu dikhawatirkan oleh masyarakat adalah lonjakan penyakit pernapasan, termasuk mycoplasma pneumoniae yang juga mengalami peningkatan di negara-negara lain. 

Menurut Maria Van Kerkhove, Pimpinan Teknis Covid-19 di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mycoplasma pneumoniae bukanlah penyakit yang harus dilaporkan ke WHO, namun penyakit ini mengalami peningkatan dalam beberapa bulan terakhir dan kini tampaknya mengalami penurunan.

"Kami menindaklanjuti melalui jaringan klinis kami dan bekerja sama dengan dokter di China untuk lebih memahami resistensi terhadap antibiotik, yang merupakan masalah di seluruh dunia, tetapi merupakan masalah khusus di wilayah Pasifik Barat dan Asia Tenggara," jelasnya.

Seorang ahli epidemiologi dan profesor kesehatan masyarakat di Universitas Jawaharlal Nehru di New Delhi, Rajib Dasgupta, menjelaskan bahwa dalam beberapa kasus, infeksi yang disebabkan oleh mycoplasma pneumoniae dapat menyebabkan komplikasi serius.

Namun katanya, sebagian besar orang akan sembuh tanpa perlu menggunakan antibiotik [ ]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
A