Pengamat: Palembang Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Program Jadul

AKURAT.CO SUMSEL Menjelang pemilihan Wali Kota Palembang, sejumlah bakal calon dianggap tidak menghadirkan inovasi baru dalam program kampanye mereka.
Pengamat Politik dari Sumsel, Bagindo Togar mengatakan bahwa tidak ada visi dan misi yang menarik dari bakal calon ini, program mereka hanya itu-itu saja tidak ada inovasi.
"Kalau hanya mengandalkan program bebas banjir, bebas macet, bebas sampah, UMKM, kesehatan, tinggalkan itu, tidak usah dipilih. Pastikan jangan dipilih. Ini walikota jadul. Tingkat lurah saja gak pantas," ujarnya, Minggu (16/6/2024).
Bagindo menekankan bahwa Palembang membutuhkan pemimpin yang visioner dan mampu membawa kota ini menuju masa depan yang lebih modern dan terbuka.
Bahkan, isu-isu yang diangkat para calon walikota saat ini sudah ketinggalan zaman dan tidak mencerminkan kebutuhan nyata masyarakat perkotaan yang kompleks.
“Contohnya, cari pasar yang bersih cuma satu yaitu pasar Gubah, karena di sana lantai 2 itu kantor PD Pasar. Pasar yang lain becek, kumuh, bau, basah," ujarnya.
Menurut Bagindo, persoalan kesehatan dan infrastruktur seharusnya sudah menjadi tanggung jawab pemerintah tanpa perlu dijadikan janji kampanye.
Baca Juga: Jadwal Salat Idul Adha di Masjid Agung Jayo Wikramo Palembang
"Tanpa ada Wali Kota pun kesehatan berjalan. Apalagi itu program nasional. Itu ide sangat jadul," ungkapnya.
Dia juga menekankan pentingnya mempercepat pembangunan di Palembang agar tidak tertinggal dari kota-kota lain seperti Lampung dan Jambi yang kini berkembang pesat.
"Ada pembangunan tapi berjalannya seperti keong, lambat. Contoh Lampung sekarang luar biasa. Kita khawatir kalau tol selesai, Jambi pula yang akan lebih maju dari kita," jelas Bagindo.
Salah satu tantangan utama yang dihadapi Palembang adalah pemberdayaan kelompok miskin perkotaan dan penyerapan tenaga kerja.
Bagindo menggarisbawahi perlunya inovasi dalam menciptakan lapangan kerja bagi generasi muda, khususnya Gen Z yang baru memasuki dunia kerja dengan kualifikasi yang memadai.
“Untuk saat ini jangan berbicara macet, banjir dan sampah saja. Itu sudah yang lama. Tetapi sekarang bagaimana pendapatannya. Miskin, upaya apa yang harus dilakukan. Kemudian memecahkan jalan untuk mereka yang masih menganggur alias belum bekerja,” paparnya.
Bagindo menyerukan kepada masyarakat Palembang untuk lebih selektif dalam memilih pemimpin yang benar-benar membawa terobosan dan solusi nyata bagi kota ini.
"Kalau masih ada calon walikota Palembang bicara itu, jangan pilih, tinggalkan, jangan pilih. Karena dia tidak membuat inovasi, tidak membuat terobosan yang bisa menebus 11 tahun stagnan kota kita ini," tutupnya. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









