Sumsel Dorong Peremajaan 100 Hektare Kebun Kelapa, Petani Diharap Tak Alih Komoditas ke Sawit

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tengah mendorong penguatan industri hilir kelapa dengan fokus pada program peremajaan pohon kelapa tua yang dinilai krusial untuk menjaga ketersediaan bahan baku dan meningkatkan produktivitas.
Kepala Bidang Produksi Dinas Perkebunan Sumsel, Havizman, mengatakan luas areal tanaman kelapa di provinsi tersebut mencapai 68.000 hektare pada tahun 2024. Sebagian besar atau sekitar 72 persen di antaranya berada di Kabupaten Banyuasin, yang kini menjadi pusat pengembangan komoditas kelapa di Sumsel.
“Terluas di Banyuasin, bahkan sekitar 72 persen dari total areal kebun kelapa berada di kabupaten itu,” ujar Havizman, Selasa (14/10/2025).
Namun, produktivitas perkebunan kelapa di Sumsel tengah menghadapi tantangan serius. Sekitar 7.000 hektare dari total lahan di Banyuasin kini tergolong tanaman tua dan tidak lagi menghasilkan buah secara optimal.
“Kita lihat sekarang permintaan pasar terhadap kelapa meningkat, dan tentu ini memberikan peluang ekonomi besar bagi petani. Tapi kalau pohon sudah tua, produksinya jelas menurun,” jelasnya.
Havizman mengungkapkan, pemerintah telah mencanangkan program replanting (peremajaan) melalui usulan kelompok tani. Namun, pelaksanaannya masih terkendala rendahnya minat petani karena pohon kelapa membutuhkan waktu 5–6 tahun untuk mulai berproduksi.
“Banyak petani akhirnya memilih menanam sawit yang lebih cepat menghasilkan dan punya harga jual lebih pasti,” katanya.
Meski demikian, meningkatnya ekspor produk turunan kelapa seperti santan, arang tempurung, dan minyak kelapa murni, diyakini dapat menjadi daya tarik baru bagi petani untuk kembali menanam kelapa.
“Dengan tumbuhnya industri hilir kelapa, kita berharap ada gairah baru di kalangan petani. Karena sektor ini potensinya besar dan permintaan dunia terus meningkat,” tambahnya.
Tahun ini, Dinas Perkebunan Sumsel menargetkan peremajaan 100 hektare kebun kelapa di Banyuasin menggunakan jenis kelapa dalam unggul.
Havizman menyebutkan, Kabupaten Banyuasin sebenarnya memiliki potensi besar sebagai sentra benih kelapa nasional, dengan kapasitas produksi mencapai 100.000 butir per tahun.
“Benih unggul sudah tersedia dari sumber yang ditetapkan Kementerian Pertanian. Banyuasin ini punya potensi besar untuk memenuhi kebutuhan peremajaan kelapa di Sumsel,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Berakhir Besok, Ini Tanda Bantuan Cair dan Masuk Rekening
- 2Sumsel Bakal Dilanda Hujan Deras Sepanjang Hari Besok, Masyarakat Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem
- 3Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di India, Ini Spesifikasi dan Harganya
- 4Lantik 23 Pejabat Pemkot Palembang, Ratu Dewa Tekankan Kinerja dan Pelayanan Publik
- 5Pendaftaran KIP Kuliah 2026 Ditutup 31 Oktober, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
- 6Harga Emas Perhiasan Palembang Hari Ini Masih Stagnan, Saatnya Beli?
- 7Ramalan Zodiak Hari Ini 31 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuanganmu?
- 8Ramalan Zodiak Leo Hari Ini Jumat 30 Oktober 2026, Percintaan hingga Karier Jadi Sorotan
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







