Sumsel

Lonjakan Hewan Kurban di Sumsel Capai 97,24% pada Mei 2024

Deni Hermawan | 6 Juni 2024, 19:00 WIB
Lonjakan Hewan Kurban di Sumsel Capai 97,24% pada Mei 2024

AKURAT.CO SUMSEL Lalu lintas hewan kurban di Sumsel meningkat menjelang Idul Adha 2024. Sejak 17 Mei hingga 3 Juni 2024.

Peningkatan ini tidak hanya terlihat di Palembang, namun juga di Satuan Pelayanan Pelabuhan Tanjung Api-Api, Kabupaten Banyuasin.

Kepala Karantina Sumsel, Kostan Manalu mengungkapkan bahwa semua hewan yang diperiksa dalam kondisi sehat.

“Untuk memastikan pelaksanaan biosekuriti, petugas kami juga membersihkan kendaraan yang digunakan untuk mengangkut hewan kurban,” ujarnya, Kamis (6/6/2024).

Statistik menunjukkan lonjakan lalu lintas hewan kurban yang cukup tajam. Pada Maret 2024, tercatat 1.769 ekor hewan kurban, sedangkan pada April jumlahnya meningkat 90,72% menjadi 3.374 ekor.

Lonjakan lebih tinggi terjadi pada Mei dengan peningkatan 97,24%, mencapai 6.655 ekor.

Kostan Manalu menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan hewan untuk mencegah penyebaran penyakit menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD).

Pemeriksaan ini mencakup fisik, kelengkapan dokumen, dan ‘eartag’ pada hewan yang dilalulintaskan.

Baca Juga: Cara Memilih Hewan Kurban agar Tidak Salah Sesuai Syariat Islam

“Petugas Karantina memastikan hewan yang dapat dikirim antar pulau, dari Pelabuhan Tanjung Api-Api ke Bangka Belitung, sehat dan dilengkapi sertifikat kesehatan yang diterbitkan Karantina Sumsel,” jelasnya.

Di sisi lain, Kepala Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel, Ruzuan Effendi menyoroti upaya pemantauan kandang-kandang penyedia hewan kurban.

"Kami melakukan monitoring acak terhadap 12 kandang, sekitar 10% dari jumlah kandang resmi, untuk memastikan hewan kurban di Sumsel sehat dan sesuai syariat,” ungkapnya.

Data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel menunjukkan ketersediaan hewan kurban tahun ini meliputi 43.000-45.000 ekor kambing/domba dan sekitar 30.000 ekor sapi.

Prediksi kenaikan permintaan hewan kurban mencapai 13.000 ekor sapi dan 15.000 ekor kambing/domba.

Peningkatan ini membawa dampak positif bagi ekonomi lokal, terutama bagi para peternak dan pedagang resmi. Namun, Ruzuan menegaskan pentingnya menjaga kualitas dan kesehatan hewan kurban agar memenuhi syariat dan bebas dari penyakit.

"Setiap tahun kita tidak kekurangan sapi dan kambing/domba untuk kurban. Tapi angka-angka itu di luar pedagang pinggir jalan, kami hanya mendata yang ada di pedagang resmi," tutupnya. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto