Sumsel

Bersembunyi di Masjid, Pengakuan Dingin Pelaku Pembunuhan Bos Kerupuk di Palembang

Maman Suparman | 4 Desember 2025, 19:00 WIB
Bersembunyi di Masjid, Pengakuan Dingin Pelaku Pembunuhan Bos Kerupuk di Palembang

 

AKURAT.CO SUMSEL Pelaku pembunuhan sadis bos kerupuk di Palembang, Dian Satria (34), berhasil ditangkap di Cimahi, Bandung.

Namun, terkuak fakta mengejutkan mengenai pelarian dan persembunyiannya. Dian, yang mengaku sebagai mualaf, menghabiskan delapan hari pelariannya dengan tidur dan berpindah-pindah dari masjid ke masjid, sambil menghabiskan uang hasil rampokan.

Dian Satria, yang dihadirkan dalam rilis di Polrestabes Palembang, mengaku kabur bermodalkan uang tunai Rp 2 juta hasil merampok di rumah korban Darma Kusuma.

“Jujur pak saya kabur bermodalkan uang Rp 2 juta. Hasil saya merampok di rumah korban, uang itu untuk kost saya, makan, dan telepon pacar lewat counter HP,” aku Dian, tanpa menunjukkan penyesalan, Kamis (4/12/2025).

Selama di Bandung, Dian tidak bisa kemana-mana. Ia hanya menghabiskan waktu dengan tidur di masjid. Pria ini mengaku berpindah-pindah dari satu masjid ke masjid lain.

Baca Juga: Fakta dan Kronologi Lengkap Pembunuhan Bos Kemplang di Palembang

"Saya tidak bersembunyi pak. Tidur saja di masjid dan berpindah-pindah," ungkap Dian.

Di dalam masjid, ia mengaku fokus pada ibadah sambil berharap tidak tertangkap polisi.

"Saya tidur, solat dan berdoa pak. Agar tidak tertangkap. Namun sekali-kali jika kangen sama sang pacar, dirinya pun menelepon lewat counter meminta telepon pemilik counter HP di sana," bebernya.

Mengenai aksi pembunuhan, Dian mengklaim tidak memiliki niat untuk menghabiskan nyawa korban. Ia mengaku hanya meminta uang saat bertemu Darma Kusuma di depan rolling door.

"Saya waktu itu cuman minta uang, Dimana uang, dimana uang, Dimana uang. Namun korban melawan pak, terpaksa saya jerat leher dengan Sabit seperti celurit," ungkapnya.

Setelah Darma tewas, Dian sempat bersikap santai, mencuci tangan dan kaki yang berlumuran darah, serta membersihkan senjata tajamnya di kamar mandi lantai satu. Aksi bersih-bersih ini diketahui oleh istri korban, Yeni Suwandi, yang kemudian menjadi sasaran serangan kedua.

Meski menyebabkan satu orang tewas dan satu luka berat, Dian menutup pengakuannya dengan dingin.

"Ini namanya juga hidup, saya terpaksa melakukan ini untuk makan dan mencukupi kebutuhan saya. Saya juga meminta maaf kepada keluar korban atas peristiwa ini," tutupnya. (Deny Wahyudi)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia