Sumsel

Faktor Ekonomi dan Pendidikan Jadi PR Utama, Pemprov Sumsel Gencarkan Upaya Tekan Angka Kekerasan

Maman Suparman | 4 Desember 2025, 20:00 WIB
Faktor Ekonomi dan Pendidikan Jadi PR Utama, Pemprov Sumsel Gencarkan Upaya Tekan Angka Kekerasan

AKURAT.CO SUMSEL Sekretaris Daerah (Sekda) Sumatera Selatan (Sumsel) Sekda Edward Candra menekankan bahwa meskipun kesetaraan hak gender sudah tidak lagi menjadi isu, kasus kekerasan masih dipandang sebelah mata dan harus segera disikapi.

Ia menyebutkan dua faktor utama yang terus memicu kekerasan adalah ekonomi dan pendidikan.

"Pendidikan dan keterampilan adalah hal yang penting dalam mengurangi angka kekerasan, karena perempuan yang berbekal pendidikan memiliki bekal dan kemandirian," ungkapnya, Kamis (4/12/2025).

Kepala DPPPA Provinsi Sumsel, M. Zaki Aslan, memaparkan data yang mengkhawatirkan mengenai kasus kekerasan di wilayah tersebut. Dalam empat tahun terakhir, angka kasus menunjukkan tren yang fluktuatif namun angkanya tetap tinggi.
 
 
"Tercatat, pada tahun 2022 terdapat 471 kasus, meningkat tajam menjadi 688 kasus pada tahun 2023," ucapnya.
 
Meskipun sedikit menurun di tahun 2024 dengan 545 kasus, angka kekerasan kembali meningkat pada tahun 2025 menjadi 591kasus, menandakan isu ini masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat Sumsel.

Zaki menegaskan bahwa jenis kasus yang tertinggi adalah kekerasan seksual dalam rumah tangga, bahkan menimpa anak-anak yang masih duduk di bangku SD hingga SMA.
 
Ia juga menyoroti bahwa pelaku kekerasan seringkali berasal dari lingkungan terdekat korban, seperti pacar atau anggota keluarga.

"Banyak kasus tidak terlaporkan, membuat isu ini tetap menjadi ancaman serius," tegas Zaki Aslan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia