Sumsel

4 Alasan Kenapa Program KB Sering Dianggap Cocok-Cocokan di Masyarakat

Maman Suparman | 12 September 2025, 10:00 WIB
4 Alasan Kenapa Program KB Sering Dianggap Cocok-Cocokan di Masyarakat

AKURAT.CO SUMSEL Program Keluarga Berencana (KB) menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk sekaligus menjaga kesehatan ibu dan anak.

Namun, di lapangan masih sering muncul anggapan bahwa KB adalah “cocok-cocokan”.

Tidak semua metode berhasil atau nyaman bagi setiap orang, terutama perempuan.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Berikut empat alasannya:

Baca Juga: Ramalan Zodiak Hari Ini Mulai dari Aries Hingga Pisces

1. Kondisi Fisik dan Kesehatan Berbeda

Setiap tubuh perempuan memiliki respons yang berbeda terhadap metode KB, baik itu pil, suntik, implan, maupun IUD.

Ada yang merasa lebih nyaman dengan metode tertentu, sementara yang lain justru mengalami efek samping, seperti haid tidak teratur, sakit kepala, atau kenaikan berat badan.

2. Faktor Psikologis dan Kesiapan Mental

Pemakaian KB juga dipengaruhi kondisi mental pengguna.

Ada sebagian ibu yang merasa tertekan atau cemas dengan metode tertentu, sehingga memengaruhi kenyamanan dan keberhasilan KB.

3. Dukungan Pasangan

Kesepakatan antara suami dan istri sangat menentukan keberhasilan program KB.

Banyak kasus di mana KB gagal karena kurangnya komunikasi atau dukungan dari pasangan, terutama dalam penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang.

4. Akses Informasi dan Layanan Kesehatan

Tidak semua masyarakat mendapat informasi lengkap terkait pilihan KB.

Kurangnya konsultasi dengan tenaga medis sering membuat ibu mencoba-coba sendiri tanpa pendampingan profesional, sehingga menimbulkan persepsi “cocok-cocokan”.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia