Sekda Sumsel Targetkan 808 Dapur Makan Bergizi Gratis Beroperasi Tahun Ini

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat integrasi antara Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil sebagai strategi ganda untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi kerakyatan di desa-desa.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, Edward Candra, menegaskan bahwa kesuksesan Program MBG sangat bergantung pada kemandirian pangan lokal. Ia berharap, seluruh kebutuhan bahan baku untuk dapur MBG dapat dipasok langsung dari hasil bumi desa setempat.
"Kami ingin pasokan bahan pangan untuk Program Makan Bergizi ini bersumber dari desa setempat. Dengan begitu, ekonomi lokal bergerak dan rantai pasok pangan di Sumsel semakin kuat," ujar Edward, Selasa (20/1/2026).
Hingga saat ini, progres pelaksanaan Program MBG di Sumatera Selatan terus menunjukkan tren positif. Dari target 808 dapur layanan yang ditetapkan, sebanyak 589 dapur telah resmi beroperasi di berbagai wilayah.
Baca Juga: Heteroseksual Jadi Penyebab Maraknya HIV/AIDS di Sumsel
Edward memaparkan, saat ini realisasi penerima manfaat telah mencapai 1,5 juta orang dari total target 2,5 juta jiwa. Pemerintah Provinsi berkomitmen untuk terus menambah jumlah dapur layanan sesuai dengan arahan teknis dari Badan Gizi Nasional.
"Kami terus memperluas jangkauan. Dukungan GSMP di sini masuk melalui bantuan pembibitan dan penguatan produksi pangan lokal, terutama bagi rumah tangga miskin, agar selaras dengan kebutuhan gizi masyarakat," tambahnya.
Di tengah pertumbuhan ekonomi Sumsel yang mencatatkan angka 5,20 persen berada di atas rata-rata nasional pemerintah tetap mewaspadai dinamika fiskal. Penyesuaian dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) akibat realokasi program nasional menjadi perhatian serius yang dimitigasi melalui penguatan sektor pangan mandiri.
Edward juga menginstruksikan kepada Bulog, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan terkait untuk memperkuat kolaborasi melalui mekanisme business matching.
"Sinergi lintas sektor adalah kunci. Kita harus menjamin ketersediaan stok dan stabilitas harga bahan pangan di pasar agar pelaksanaan program besar ini tidak terganggu oleh gejolak harga," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









