Sumsel

Sudah Empat Kali Ditembak Polisi, Begal Palembang Janji Tobat dan Tak Akan Ulangi Perbuatannya

Maman Suparman | 10 Oktober 2025, 16:58 WIB
Sudah Empat Kali Ditembak Polisi, Begal Palembang Janji Tobat dan Tak Akan Ulangi Perbuatannya

AKURAT.CO SUMSEL Dengan kaki kiri yang masih diperban dan raut wajah menahan sakit, Oktavia (24), warga Jalan Bukit Baru I, Kecamatan Ilir Barat I Palembang, akhirnya mengakui kesalahannya.

Ia ditembak petugas Satreskrim Polrestabes Palembang setelah kembali terlibat dalam aksi begal yang meresahkan masyarakat.

Okta sapaan akrabnya mengaku sudah empat kali menjalani nasib serupa. Empat kali pula ia dilumpuhkan petugas dalam kasus berbeda. Kini, dengan kondisi luka di betis akibat peluru aparat, ia berjanji untuk berhenti berbuat jahat dan memulai hidup baru.

“Sudah empat kali saya kena tembak, pak. Ini yang terakhir. Saya mau tobat, nggak mau lagi begal,” ucapnya lirih saat diwawancarai di Mapolrestabes Palembang, Jumat (10/10/2025).

Residivis kasus pemalakan ini mengakui telah empat kali melakukan aksi pembegalan, terakhir bersama rekannya, M. Iqbal (30), dengan korban seorang ibu rumah tangga di kawasan Perumahan Talang Kelapa.

“Biasanya sebelum beraksi, kami kumpul dulu di rumah Iqbal. Saya yang turun buat eksekusi, dia yang bawa motor,” ungkapnya.

Okta menjelaskan, target mereka adalah pengendara motor yang melintas sendirian, terutama perempuan. Aksi dilakukan di jalanan sepi seperti Jalan Soekarno-Hatta, Talang Kelapa, Sekip, hingga kawasan Peta.

Baca Juga: Dua Begal Didor Satreskrim Palembang, Sudah 4 Kali Beraksi di Tengah Kota

“Kalau sudah nemu korban, kami pepet. Iqbal cabut kunci motor korban. Waktu motor mati, saya turun. Kalau korban melawan, baru saya serang pakai parang,” bebernya tanpa ekspresi.

Setelah berhasil merampas motor, keduanya menjual hasil curian ke kawasan Lais seharga Rp4 juta. Uangnya, kata Okta, digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari dan aktivitas negatif.

“Uangnya buat makan, main slot, sama mabuk. Tapi saya nyesal sekarang,” ucapnya dengan nada menyesal.

Okta mengaku sempat panik ketika mengetahui aksinya viral di media sosial hanya beberapa jam setelah kejadian.

Ia dan rekannya bahkan sempat berencana kabur, namun langkah mereka terhenti setelah tim gabungan Unit Pidum dan Ranmor Polrestabes Palembang menggerebek lokasi persembunyian mereka.

“Saya tahu viral empat jam setelah kejadian. Mau kabur, tapi belum sempat, polisi sudah datang,” katanya.

Ketika ditanya bagaimana perasaannya jika keluarganya menjadi korban begal, Okta terdiam cukup lama. Matanya berkaca-kaca sebelum menjawab pelan,

“Pasti sedih, pak. Saya sadar sekarang. Ini yang terakhir, saya mau tobat,” ucapnya. (Deny Wahyudi)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia