Sumsel

Prabowo Ingatkan Demokrasi Bisa Dibajak: Modal Besar hingga Buzzer Jadi Sorotan

Kurnia | 19 September 2026, 16:50 WIB
Prabowo Ingatkan Demokrasi Bisa Dibajak: Modal Besar hingga Buzzer Jadi Sorotan
Presiden Prabowo- Cr: Biro Pers Setpres

AKURAT.CO SUMSEL Presiden Prabowo Subianto mengingatkan bahwa demokrasi tidak hanya berkaitan dengan penyelenggaraan proses politik. Menurut dia, sistem demokrasi juga memiliki celah yang dapat dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk memengaruhi kehidupan bernegara.

Prabowo mengatakan dirinya telah mendukung reformasi sejak masih menjadi prajurit TNI. Namun, ia mengingatkan agar masyarakat tidak lengah terhadap potensi penyalahgunaan sistem demokrasi.

"Cita-cita kita sama, kita ingin demokrasi, saya di tentara saya mendukung reformasi. Tapi, kita harus hati-hati bahwa demokrasi bisa dibajak, demokrasi bisa dibeli," ujar Prabowo.

Baca Juga: Razia Gabungan Digelar di Rutan Kelas I Palembang, Petugas Periksa WBP dan Tes Urine

Prabowo kemudian menyinggung pengaruh kekuatan ekonomi terhadap proses politik. Ia mengingatkan bahwa pihak yang memiliki sumber daya finansial besar dapat berupaya menggunakan kekayaannya untuk memengaruhi berbagai lembaga negara.

Menurut Prabowo, ancaman tersebut semakin besar apabila sumber kekayaan diperoleh melalui cara yang tidak sah.

"Mereka-mereka yang punya kekuatan ekonomi besar, mereka-mereka yang punya uang banyak, dan terutama mereka-mereka yang uangnya didapat dengan cara yang tidak halal, mereka mau membajak demokrasi kita," katanya.

Ia menyebut upaya tersebut dapat dilakukan dengan memberikan uang kepada sejumlah pihak yang memiliki pengaruh dalam pengambilan keputusan.

"Mereka mau menyogok tokoh-tokoh politik kita, mereka mau beli, nyogok hakim, nyogok jaksa, nyogok jenderal, nyogok menteri, mereka mau nyogok presiden, dengan uang mereka," tegasnya.

Selain persoalan modal, Prabowo turut menyoroti perkembangan teknologi informasi dan media sosial.

Ia menyebut algoritma, buzzer, hingga robot dapat digunakan untuk memengaruhi opini masyarakat. Menurut dia, arus informasi di ruang digital dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan narasi yang tidak benar maupun fitnah.

"Pelihara apa itu algoritma, pakai buzzer-buzzer, robot-robot. Anak-anak kita, bapak-bapak kita, rakyat kita dirusak, coba mereka pengaruhi dengan fitnah. Alhamdulillah rakyat kita tidak bodoh," ujar Prabowo.

Prabowo menilai bentuk ancaman terhadap sebuah negara pada era sekarang tidak selalu berupa serangan militer secara langsung.

Menurut dia, perkembangan media sosial membuat perang informasi menjadi salah satu bentuk ancaman yang perlu diwaspadai.

"Tapi ini bahaya yang dialami banyak negara. Jadi ini adalah termasuk perang. Perang sekarang tidak perlu dengan kirim pasukan banyak, pertama dia rusak dengan sosmed-sosmed yang enggak bener," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia