Sumsel

Temani Bos Ambil Mobil, Zebri Malah Jadi Korban Penganiayaan hingga Bibir Robek

Kurnia | 19 September 2026, 16:09 WIB
Temani Bos Ambil Mobil, Zebri Malah Jadi Korban Penganiayaan hingga Bibir Robek
Temani Bos Ambil Mobil, Zebri Malah Jadi Korban Penganiayaan hingga Bibir Robek

AKURAT.CO SUMSEL M Zebri (27) tak menyangka niatnya menemani sang bos mengambil mobil justru berujung menjadi korban dugaan penganiayaan.

Warga Desa Muara Lintang Baru, Kecamatan Pendopo Barat, Kabupaten Empat Lawang, itu mengalami luka robek di bagian bibir dan memar di kepala setelah diduga dianiaya MW.

Kasus tersebut kemudian dilaporkan Zebri ke SPKT Polda Sumatera Selatan dengan didampingi kuasa hukumnya, M Fadli Mahdi SH.

Peristiwa itu terjadi di rumah terlapor di Jalan Aman I, RT 40/RW 12, Kelurahan Srijaya, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Palembang, pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

Zebri menceritakan, awalnya ia diminta menemani bosnya, Septian Ramadi, untuk mengambil mobil yang berada di rumah orang tua Septian.

Setibanya di lokasi, Zebri memilih menunggu di luar rumah. Sementara Septian masuk untuk mengambil kunci mobil.

Baca Juga: Razia Gabungan Digelar di Rutan Kelas I Palembang, Petugas Periksa WBP dan Tes Urine

Namun, situasi berubah ketika terjadi keributan antara Septian dan MW yang merupakan ayah kandungnya.

"Awalnya saya tidak mau ikut campur, karena keributan antara ayah dan anak kandungnya. Namun, karena adu fisik, akhirnya saya datang dengan maksud melerai," kata Zebri.

Menurut Zebri, saat berusaha melerai, MW justru diduga menyerangnya.

Ia mengaku kepalanya dibenturkan hingga mengenai bagian kepala dan bibirnya. Akibat kejadian tersebut, Zebri mengalami luka robek pada bibir serta memar di bagian kepala.

"Saya datang hanya untuk menemani bos mengambil mobil. Saat terjadi keributan, saya bermaksud melerai, tetapi malah menjadi korban," ungkapnya.

Kuasa hukum Zebri, M Fadli Mahdi SH, mengatakan kliennya tidak memiliki persoalan dengan terlapor dan berada di lokasi hanya untuk menemani bosnya.

"Klien saya ini hanya menemani bosnya saja, namun malah menjadi korban hingga mengalami luka," ujar Fadli.

Ia berharap laporan dugaan penganiayaan tersebut segera ditindaklanjuti pihak kepolisian.

"Saya berharap agar laporan kami cepat diproses dan pelakunya cepat mempertanggungjawabkan perbuatannya," tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia