Sumsel

Dijanjikan Lulus Kerja di PT Yakult, Warga Prabumulih Tertipu Rp7,8 Juta hingga Berangkat ke Jakarta

Deny Wahyudi | 16 September 2026, 17:32 WIB
Dijanjikan Lulus Kerja di PT Yakult, Warga Prabumulih Tertipu Rp7,8 Juta hingga Berangkat ke Jakarta
Dijanjikan Lulus Kerja di PT Yakult, Warga Prabumulih Tertipu Rp7,8 Juta hingga Berangkat ke Jakarta

AKURAT.CO SUMSEL Niat mencari pekerjaan justru membuat EL (23), warga Prabumulih, Sumatera Selatan, mengalami kerugian hingga Rp7,8 juta.

EL mengaku menjadi korban dugaan penipuan dengan modus lowongan pekerjaan yang mengatasnamakan PT Yakult Indonesia Persada.

Bahkan, korban sempat berangkat ke Jakarta setelah mendapat informasi bahwa dirinya dinyatakan lulus dan harus mengikuti tahapan seleksi lanjutan.

Kasus tersebut kemudian dilaporkan EL ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang, Rabu (16/9/2026) pagi.

Kepada petugas, EL menceritakan awal kejadian bermula saat dirinya melamar pekerjaan di PT Yakult Indonesia Persada.

Pada Senin (14/9/2026), ketika berada di Jalan Suka Bangun II Palembang, korban dihubungi seseorang melalui aplikasi Telegram menggunakan akun bernama Hansen Harwandi.

Dalam komunikasi tersebut, korban diberitahu bahwa dirinya dinyatakan lulus dan diminta berangkat ke Jakarta untuk mengikuti tahapan seleksi berikutnya.

Baca Juga: Rapat Genangan Palembang, Ratu Dewa Minta OPD Jangan Asal Kirim Perwakilan

Namun, sebelum keberangkatan, korban diminta mentransfer sejumlah uang dengan alasan untuk biaya penginapan dan transportasi selama mengikuti proses seleksi.

"Saya diminta untuk mentransfer sejumlah uang dengan alasan sebagai biaya penginapan selama tiga malam selama mengikuti tes," ujar EL.

Korban kemudian mentransfer Rp4 juta untuk biaya penginapan.

Setelah itu, korban kembali diminta membayar Rp1,4 juta untuk biaya tiket pesawat perjalanan pulang dari Jakarta.

Sementara untuk keberangkatan menuju Jakarta, korban membeli sendiri tiket pesawat dengan biaya sekitar Rp1,1 juta.

Berbekal informasi tersebut, EL akhirnya berangkat ke Jakarta dengan harapan dapat mengikuti proses seleksi pekerjaan yang dijanjikan.

Namun, sesampainya di Jakarta, orang yang sebelumnya menghubunginya melalui Telegram tidak kunjung datang menjemput.

Padahal, korban sebelumnya dijanjikan akan dijemput dan diantar menuju hotel tempat menginap.

EL mengaku menunggu selama kurang lebih tiga jam. Namun, orang yang ditunggu tidak juga muncul.

Tak hanya itu, tiket pesawat untuk perjalanan pulang yang sebelumnya dijanjikan juga tidak diberikan.

Karena tidak kunjung mendapat kepastian, korban akhirnya memilih kembali ke daerah asal menggunakan biaya sendiri.

"Untuk perjalanan pulang tersebut, korban kembali mengeluarkan uang sebesar Rp1,2 juta," katanya.

Kecurigaan EL semakin kuat setelah melakukan pengecekan melalui situs resmi PT Yakult Indonesia Persada.

Dari pengecekan tersebut, korban mengaku tidak menemukan informasi mengenai penerimaan karyawan maupun proses seleksi seperti yang sebelumnya disampaikan kepadanya.

EL kemudian menduga informasi mengenai kelulusan dan tahapan seleksi tersebut merupakan modus untuk meyakinkannya agar menyerahkan sejumlah uang.

Jika seluruh pengeluaran dihitung, korban mengaku mengalami kerugian materiil sekitar Rp7,8 juta.

Merasa dirugikan, EL kemudian mendatangi SPKT Polrestabes Palembang untuk melaporkan kejadian tersebut. Ia berharap laporan itu dapat ditindaklanjuti dan pelaku segera ditemukan.

Pamapta SPKT Polrestabes Palembang Ipda Syerif Reza membenarkan adanya laporan tersebut.

"Laporan akan segera kami serahkan ke Satreskrim Polrestabes Palembang untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut," ujar Syerif.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Deny Wahyudi
K
Editor
Kurnia