Sumsel

4 Helikopter Water Bombing Tumpahkan 1,2 Juta Liter Air, Karhutla Sumsel Belum Padam

Kurnia | 16 September 2026, 19:00 WIB
4 Helikopter Water Bombing Tumpahkan 1,2 Juta Liter Air, Karhutla Sumsel Belum Padam

AKURAT.CO SUMSEL Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan belum sepenuhnya membuahkan hasil.

Empat helikopter water bombing (WB) telah dikerahkan dan lebih dari 1,2 juta liter air dijatuhkan dari udara, namun sejumlah lokasi kebakaran masih menyisakan asap.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan operasi water bombing dilakukan di empat daerah, yakni Banyuasin, Musi Banyuasin (Muba), Muara Enim, dan Ogan Komering Ilir (OKI).

Dari sekitar 63 hektare lahan yang terbakar, hanya lokasi karhutla di Jejawi, OKI, yang dilaporkan berhasil dipadamkan. Sementara titik kebakaran di tiga daerah lainnya masih mengeluarkan asap.

“Karhutla kemarin dikerahkan empat helikopter water bombing. Hingga akhir pemadaman kondisinya masih berasap, hanya di Jejawi, OKI yang berhasil padam. Sisanya di Banyuasin, Muara Enim, dan Muba masih berasap,” ujar Sudirman, Rabu (16/9/2026).

Banyuasin menjadi salah satu wilayah dengan luasan karhutla cukup besar. Pemadaman dilakukan di Muara Padang, Talang Kelapa, Rantau Bayur, dan Tanah Pilih.

Di Muara Padang, dua helikopter dikerahkan dan melakukan 125 kali penyiraman. Dari sekitar 15 hektare lahan terbakar, baru sekitar 4 hektare yang berhasil dipadamkan.

Karena masih terdapat bagian lahan yang terbakar, pemadaman di lokasi tersebut akan kembali dilanjutkan.

Sementara di Talang Kelapa, luas lahan terbakar mencapai sekitar 6 hektare. Setelah 64 kali penyiraman, masih terdapat sekitar 2 hektare yang belum padam, meski asap di lokasi mulai menipis.

Baca Juga: BNPB Perkuat Penanganan Karhutla Sumsel, 7 Helikopter Disiapkan untuk Water Bombing

Karhutla di Rantau Bayur juga belum sepenuhnya teratasi. Dari sekitar 5 hektare lahan yang terbakar, titik api masih menyisakan asap.

Kondisi serupa terjadi di Tanah Pilih. Dari sekitar 17 hektare lahan terbakar, baru 4 hektare yang berhasil dipadamkan setelah dilakukan 30 kali penyiraman menggunakan helikopter WB.

Di Muara Enim, karhutla terjadi di wilayah Gelumbang dengan luasan sekitar 12 hektare.

Helikopter WB telah melakukan 32 kali penyiraman. Namun, upaya tersebut baru berhasil memadamkan sekitar 4 hektare lahan.

Sementara di Karang Agung, Muba, helikopter melakukan 20 kali penyiraman untuk menangani karhutla di lahan sekitar 10 hektare.

Dari luasan tersebut, baru sekitar 4 hektare yang berhasil dipadamkan.

“Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 63 hektare,” kata Sudirman.

Baca Juga: Polisi Ringkus Anak yang Diduga Gelapkan Mobil Ibu Pensiunan di Palembang

Hasil berbeda terlihat di Jejawi, Kabupaten OKI. Titik karhutla di wilayah tersebut berhasil dipadamkan setelah helikopter melakukan 24 kali water bombing.

Lahan yang terbakar di lokasi itu diperkirakan mencapai sekitar 3 hektare.

Meski operasi udara telah menghabiskan lebih dari 1,2 juta liter air, BPBD Sumsel memastikan penanganan belum berhenti. Asap yang masih muncul menjadi tanda bahwa sejumlah titik membutuhkan pemadaman lanjutan untuk mencegah api kembali membesar.

Sudirman mengatakan tim akan kembali melakukan pemadaman setelah patroli udara mengecek kondisi terkini di lapangan.

“Pemadaman akan dilanjutkan kembali hari ini seusai patroli udara melakukan pengecekan di lapangan,” imbuhnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia