Rapat Genangan Palembang, Ratu Dewa Minta OPD Jangan Asal Kirim Perwakilan

AKURAT.CO SUMSEL Rapat koordinasi menghadapi musim hujan yang dipimpin Wali Kota Palembang Ratu Dewa berlangsung tegang.
Ratu Dewa menegur jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) setelah menemukan adanya dinas yang tidak mengutus kepala atau pejabat yang memiliki kewenangan dalam rapat tersebut.
Padahal, rapat tersebut membahas kesiapan Palembang menghadapi potensi genangan dan banjir menjelang musim hujan yang diperkirakan memasuki puncaknya pada Oktober 2026.
Ratu Dewa bahkan meminta salah satu perwakilan yang hadir untuk meninggalkan ruang rapat karena dinilai tidak menguasai data teknis terkait wilayah yang menjadi tanggung jawab instansinya.
"Sebenarnya hari ini yang memimpin rapat adalah Pak Asisten, tetapi saya mendadak mau cek langsung karena ini saya anggap cukup vital, apalagi di bulan 10 kita akan memasuki musim penghujan," ujar Ratu Dewa usai rapat.
Baca Juga: Dijanjikan Kerja Jaga Pipa Bergaji Rp1,9 Juta, Lansia di Palembang Malah Kehilangan Motor
Menurutnya, kesiapan menghadapi musim hujan tidak bisa dilakukan secara seremonial. Setiap OPD harus mengetahui kondisi wilayah dan langkah penanganan yang akan dilakukan ketika terjadi genangan.
Dalam rapat tersebut, Pemkot Palembang melakukan pemetaan ulang terhadap sejumlah lokasi yang rawan tergenang.
Ratu Dewa mengatakan terdapat 12 titik genangan yang menjadi perhatian utama di sejumlah ruas jalan protokol. Selain itu, terdapat 28 titik lainnya yang juga masuk dalam pemantauan.
"Kita fokus konsentrasi dulu pada 12 titik genangan air yang ada di jalan-jalan protokol, walaupun di samping itu ada 28 titik lainnya. Saya ingin memetakan betul penanganan jangka pendek, menengah, dan panjangnya seperti apa," jelasnya.
Sejumlah lokasi yang menjadi perhatian antara lain Jalan Angkatan 45, kawasan depan Damri, Jalan A Rivai, depan Khadijah, depan DA, Asrama Haji, Kembang Iwak, SMK 2, Jalan Mayor Salim Batubara hingga kawasan Dharma Agung.
Pemerintah juga mengidentifikasi sejumlah persoalan infrastruktur yang berpotensi memperparah genangan.
Di antaranya kondisi jalan nasional yang amblas, cross drain yang terputus serta saluran drainase yang mengalami penyempitan.
Baca Juga: Polisi Ringkus Anak yang Diduga Gelapkan Mobil Ibu Pensiunan di Palembang
Untuk mengantisipasi genangan, Pemkot Palembang berencana menyiagakan pompa portabel di sejumlah lokasi yang dianggap rawan.
Pemkot juga akan berkoordinasi dengan Balai Sungai dan Balai Jalan Nasional untuk menangani persoalan infrastruktur yang berada di luar kewenangan pemerintah kota.
Selain persoalan infrastruktur, Ratu Dewa menyoroti masalah sampah yang dapat menghambat aliran air di saluran drainase.
Ia meminta camat dan lurah mengajak masyarakat kembali menghidupkan kegiatan gotong royong membersihkan saluran air.
"Masalah sampah ini tidak bisa hanya mengandalkan petugas PU saja. Saya minta camat dan lurah menggerakkan warga, gotong royong harus digalakkan agar saluran di 114 anak sungai bisa kita atasi bersama," tegasnya.
Ratu Dewa menekankan seluruh jajaran Pemkot Palembang perlu memiliki kesiapan yang sama menghadapi musim hujan, terutama untuk mengantisipasi genangan di kawasan yang selama ini menjadi titik rawan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1BMKG Prediksi 12 Daerah Sumsel Akan Dilanda Hujan Besok, Cek Daftar Wilayahnya
- 2Cek Bansos Kemensos September 2026, BPNT Rp600 000 Siap Cair
- 3Harga BBM Pertamina, Vivo, Shell dan BP Rabu 16 September 2026
- 4Desil 1- 4 Dapat Bansos Apa Saja September 2026? Cek Daftarnya di Sini
- 5Antrean BBM di Palembang Tembus 10 Jam, Herman Deru Soroti Pasokan Pertalite dan Bio Solar
- 6Ramai Isu Gempa Megathrust Ancam Indonesia, Apa Saja yang Harus Disiapkan?
- 77 Daerah Sumsel Berstatus Awas Kekeringan, Palembang dan Prabumulih Siaga
- 8Harga iPhone Lama Usai iPhone 18 Pro Meluncur, Naik hingga Rp3 Jutaan per Produk
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








