Sumsel

Niat Tagih Utang Berujung Maut, Pria di Palembang Tewas Ditusuk di Punggung

Kurnia | 20 Juli 2026, 14:36 WIB
Niat Tagih Utang Berujung Maut, Pria di Palembang Tewas Ditusuk di Punggung
Ilustrasi.

AKURAT.CO SUMSEL Niat menagih utang justru berakhir tragis bagi Rjivandri Prawira (41), warga Jalan Macan Kumbang Raya, Kelurahan Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang.

Korban meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk di bagian punggung dalam perkelahian yang terjadi di Jalan Kapten Anwar Arsad, Kelurahan Siring Agung, Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 19.45 WIB.

Peristiwa tersebut bermula ketika korban meminta seorang rekannya, Rendy, untuk membantu menagih utang kepada pria berinisial SJ (25), yang diketahui berasal dari Desa Tempirai, Kabupaten PALI.

Namun, saat Rendy menemui SJ, situasi justru memanas. Berdasarkan keterangan saksi, SJ diduga langsung menyerang Rendy dengan membenturkan kepalanya ke dinding hingga terjatuh. Warga yang berada di lokasi kemudian melerai pertikaian tersebut.

Merasa mendapat perlakuan kasar, Rendy menghubungi korban dan meminta bantuan. Setelah itu, korban datang ke lokasi bersama beberapa rekannya.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Tembus USD90 per Barel, Konflik Timur Tengah Kembali Guncang Pasar

Kapolsek Ilir Barat I Palembang, Kompol Fauzi Saleh, mengatakan pihaknya menerima laporan melalui layanan darurat 110 mengenai adanya perkelahian. Petugas piket SPKT bersama personel gabungan langsung menuju lokasi kejadian.

"Sesampainya di lokasi, perkelahian sudah selesai. Korban sudah dibawa ke RS Graha Mandiri, namun setelah diperiksa oleh tim medis, korban dinyatakan meninggal dunia," ujar Fauzi, Senin (20/7/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi telah mengidentifikasi terduga pelaku berinisial SJ.

"Kami sudah mengetahui identitas terduga pelaku dan saat ini masih melakukan pengejaran," katanya.

Sementara itu, seorang saksi mata bernama Adji, yang berjualan di sekitar lokasi, mengaku melihat dua pria terlibat perkelahian. Salah seorang sempat meninggalkan lokasi, namun tak lama kemudian korban datang dan kembali terlibat cekcok dengan pelaku.

Menurutnya, pertikaian itu berujung aksi penusukan menggunakan senjata tajam. Setelah korban tersungkur, sebuah ambulans datang mengevakuasi korban ke rumah sakit, sedangkan pelaku melarikan diri.

Hasil pemeriksaan awal pada tubuh korban menunjukkan adanya luka robek di bagian belakang punggung yang diduga akibat senjata tajam.

Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk kepentingan pemeriksaan. Namun, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan hanya memberikan persetujuan untuk visum luar.

"Keluarga telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi, tetapi tetap meminta dilakukan visum luar sebagai bagian dari proses penyelidikan," jelas Fauzi.

Saat ini, Unit Reskrim Polsek Ilir Barat I masih memburu pelaku sekaligus mendalami motif dan kronologi lengkap peristiwa yang menyebabkan korban kehilangan nyawa tersebut.

Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti di lokasi kejadian guna mengungkap kasus tersebut secara menyeluruh.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia