Sumsel

Satgas Karhutla Sumsel Tebar Hampir 10 Ton Garam, Hujan Mulai Turun

Kurnia | 27 Oktober 2026, 12:03 WIB
Satgas Karhutla Sumsel Tebar Hampir 10 Ton Garam, Hujan Mulai Turun

AKURAT.CO SUMSEL Jumlah titik panas atau hotspot yang terdeteksi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, turun drastis dari 823 titik menjadi 78 titik.

Penurunan ini terjadi di tengah turunnya hujan setelah pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Darat Karhutla Sumsel yang juga Danrem 044/Garuda Dempo, Brigjen TNI Khabib Mahfud, mengatakan operasi modifikasi cuaca dilakukan dengan menebarkan hampir 10 ton garam dan 2,4 ton dry ice.

Menurut Khabib, hujan mulai turun di sejumlah wilayah Sumatera Selatan sejak malam sebelumnya hingga Selasa (27/10/2026). Kondisi tersebut diharapkan membantu upaya pemadaman karhutla yang masih berlangsung.

“Alhamdulillah, hari ini kita ada hujan dari tadi malam. Kemarin juga hujan, itu adalah hasil daripada operasi modifikasi cuaca,” kata Khabib di Posko Korem 044/Gapo, Selasa.

Ia menyebutkan, perkembangan penanganan karhutla menunjukkan tren positif. Selain jumlah titik panas yang menurun, suhu permukaan di sejumlah wilayah Sumsel juga mulai mengalami penurunan.

Berdasarkan pemantauan Satgas, OKI masih menjadi salah satu wilayah prioritas penanganan karhutla bersama Kabupaten Musi Banyuasin dan Banyuasin.

Penurunan hotspot di OKI terlihat cukup signifikan. Sebelumnya, jumlah titik panas di wilayah tersebut tercatat mencapai 1.823 titik, kemudian turun menjadi 823 titik, hingga kini tersisa sekitar 78 titik.

Meski menunjukkan tren penurunan, Satgas tetap memprioritaskan pengerahan personel di OKI. Unsur yang terlibat meliputi TNI, Polri, Manggala Agni, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), serta relawan.

Khabib meminta seluruh personel dan masyarakat yang terlibat dalam pemadaman agar tetap semangat menjalankan tugas. Ia menegaskan bahwa penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama untuk melindungi lingkungan dan masyarakat.

Menurutnya, kebakaran hutan dan lahan tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak kesehatan akibat paparan asap dalam jangka pendek maupun panjang.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk turut menjaga kelestarian alam dan mencegah terjadinya kebakaran, terutama selama musim kemarau.

“Bagaimana kita ini seharusnya menjaga kelestarian alam,” ujarnya.

Khabib berharap upaya pemadaman dan pencegahan yang dilakukan secara bersama-sama dapat menekan kejadian karhutla di Sumatera Selatan.

Perjelas Rentang Penurunan HotspotSelaraskan Angka Hotspot OKI

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia