Harga Minyak Dunia Tembus USD90 per Barel, Konflik Timur Tengah Kembali Guncang Pasar

AKURAT.CO SUMSEL Harga minyak dunia kembali melonjak pada perdagangan Senin (20/7/2026) setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi terganggunya pasokan energi global.
Minyak mentah Brent kembali menembus level psikologis USD90 per barel, sementara minyak mentah Amerika Serikat (West Texas Intermediate/WTI) juga mencatat kenaikan signifikan.
Lonjakan ini terjadi di tengah memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai berpotensi mengganggu distribusi minyak dunia.
Berdasarkan data perdagangan, harga minyak Brent naik USD2,69 atau sekitar 3,05% menjadi USD90,79 per barel.
Capaian tersebut merupakan level tertinggi sejak pertengahan Juni sekaligus memperpanjang tren kenaikan setelah Brent menguat hampir 16% sepanjang pekan lalu.
Baca Juga: Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Bangga Tutup Era Emas La Roja
Sementara itu, harga minyak WTI meningkat USD2,19 atau 2,65% ke posisi USD84,68 per barel. Kenaikan tersebut juga menjadi yang tertinggi dalam lebih dari satu bulan, setelah pekan sebelumnya WTI membukukan penguatan lebih dari 15%.
Ketegangan AS-Iran Jadi Pemicu
Pelaku pasar menilai eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran menjadi faktor utama yang mendorong reli harga minyak.
Situasi semakin memanas setelah kedua negara dilaporkan meningkatkan aktivitas militer dan tekanan terhadap jalur pelayaran di kawasan Teluk.
Perhatian pasar tertuju pada Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia. Gangguan sekecil apa pun di wilayah tersebut dinilai dapat berdampak besar terhadap pasokan energi global.
Laporan terbaru menyebutkan Amerika Serikat memperketat pengawasan terhadap aktivitas pelayaran menuju pelabuhan-pelabuhan Iran.
Di sisi lain, Iran juga meningkatkan patroli dan menyatakan akan mengambil tindakan terhadap kapal yang dianggap melanggar aturan pelayaran di kawasan tersebut.
Situasi keamanan semakin menjadi perhatian setelah muncul laporan mengenai insiden kebakaran sebuah kapal di perairan dekat Kumzar, Oman, pada Senin pagi.
Pasar Dinilai Masih Meremehkan Risiko
Analis Barclays, Amarpreet Singh, menilai kenaikan harga minyak saat ini belum sepenuhnya mencerminkan risiko terganggunya pasokan apabila konflik terus meningkat.
Menurutnya, kondisi persediaan minyak global yang relatif ketat membuat pasar rentan terhadap gejolak jika ekspor dari kawasan Timur Tengah mengalami hambatan.
Ia menilai beberapa hari hingga beberapa pekan ke depan akan menjadi periode penting untuk melihat sejauh mana aktivitas ekspor minyak dari kawasan tersebut tetap berjalan normal di tengah meningkatnya ketegangan.
Jika konflik terus berlanjut dan mengganggu arus distribusi minyak melalui Selat Hormuz, harga minyak dunia diperkirakan masih berpotensi melanjutkan penguatan.
Kenaikan tersebut juga dapat memengaruhi inflasi global serta meningkatkan biaya energi di berbagai negara yang bergantung pada impor minyak mentah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Daftar Kasus yang Pernah Ditangani Kamarudin Simanjutak: Korupsi E-KTP Sampai Pembunuhan Brigadr J
- 2Mutasi Pejabat Polrestabes Palembang, Kasatresnarkoba hingga Kapolsek Sako Berganti
- 3Harley-Davidson Siapkan Motor Murah Sprint, Harga Berpotensi Rp30 Jutaan
- 45 Ramalan Zodiak Hari Ini 17 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuangan?
- 5Update Jadwal Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 4 Oktober 2026
- 6BMKG Prediksi Hujan Merata di Sumsel Mulai Pertengahan November 2026
- 75 Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 20 Oktober 2026: Cinta, Karier, dan Keuangan
- 8Ramalan Zodiak Libra Hari Ini, Senin 19 Oktober 2026: Asmara Harmonis, Keuangan Perlu Dijaga
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu





