Sumsel

Kelompok Remaja di Palembang Keroyok Ojol dan Gasak Motor Beserta STNK

Maman Suparman | 13 Januari 2026, 20:00 WIB
Kelompok Remaja di Palembang Keroyok Ojol dan Gasak Motor Beserta STNK

AKURAT.CO SUMSEL Malang tak dapat ditolak oleh M Wahidul Kahar (19), seorang pengemudi ojek online (ojol) di Kota Palembang.

Tak hanya menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok remaja, Wahidul juga harus kehilangan satu-satunya alat mencari nafkah, yakni sepeda motor yang baru dicicilnya selama tiga bulan.

Insiden traumatis tersebut terjadi di Jalan Residen Abdul Rozak, Kecamatan Ilir Timur II, pada Senin malam (12/1/2026) sekitar pukul 22.30 WIB.

Kejadian bermula saat warga Kecamatan Sako ini tengah menjalankan tugas mengantar pesanan minuman pelanggan ke Jalan Prajurit Kemas Ali. Saat melintas, korban tiba-tiba diteriaki oleh sejumlah pemuda yang sedang berkumpul.

Baca Juga: Terungkap! Ternyata IRT yang Melahirkan di Teras Mushola Tak Punya KIS

"Mereka memanggil sambil menunjuk jalan, tapi saya diamkan. Terus mereka bilang wajah saya sok menantang (sengak). Saya jawab kalau saya tidak ada maksud begitu, lalu saya lewat saja," ujar Wahidul saat memberikan keterangan, Selasa (13/1/2026).

Rupanya, jawaban tersebut tidak memuaskan para pelaku. Tanpa disadari, korban dibuntuti oleh lima orang pelaku sejak dari Jalan Urip Sumoharjo.

Setibanya di Jalan Residen Abdul Rozak, korban diadang dan ditarik paksa dari kendaraannya hingga jatuh tersungkur.

Di sanalah, empat orang pelaku secara membabi buta memukuli bagian kepala, punggung, dan leher korban. Sementara itu, satu pelaku lainnya diduga merekam aksi kekerasan tersebut.

Aksi brutal ini baru berhenti setelah seorang pengendara yang melintas berusaha melerai. Namun, di tengah kepanikan dan rasa sakit setelah dikeroyok, Wahidul menyadari sepeda motor beserta STNK yang disimpan di dalam jok sudah tidak ada lagi di lokasi.

Baca Juga: Modus Penipuan Update Data Pensiun Disdukcapil, Tabungan PNS di Palembang Ludes Belasan Juta

"Seingat saya ada empat orang yang memukul, perawakannya seperti anak SMA. Setelah dilerai warga, tiba-tiba motor saya sudah hilang. Saya tidak tahu siapa yang bawa, apakah pelaku itu atau orang lain," jelasnya dengan nada lesu.

Kehilangan ini menjadi pukulan berat bagi Wahidul, mengingat sepeda motor tersebut adalah kendaraan baru yang masa kreditnya baru berjalan tiga bulan. Kini, selain mengalami luka fisik, ia juga terancam kehilangan mata pencaharian.

Wahidul telah resmi melaporkan peristiwa pengeroyokan dan kehilangan kendaraan tersebut ke Polsek Ilir Timur II. (Deny Wahyudi)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia