Sumsel

BMKG Prediksi Hujan Merata di Sumsel Mulai Pertengahan November 2026

Kurnia | 17 Oktober 2026, 17:19 WIB
BMKG Prediksi Hujan Merata di Sumsel Mulai Pertengahan November 2026
Ilustrasi - Hujan lebat disertai angin kencang.

AKURAT.CO SUMSEL Hujan yang diharapkan membasahi wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) secara merata diperkirakan baru terjadi pada pertengahan November 2026. Sementara itu, hujan dengan intensitas dan sebaran terbatas berpeluang turun mulai akhir Oktober.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, mengatakan kondisi atmosfer di wilayah Sumsel saat ini masih relatif kering.

Situasi tersebut membuat pembentukan awan hujan belum optimal dan meningkatkan tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Untuk hujan sporadis di Sumsel mulai berpeluang terjadi di akhir Oktober 2026,” ujar Wandayantolis.

Ia menjelaskan, hujan dengan sebaran yang lebih merata diperkirakan baru terjadi pada pertengahan November. Wilayah yang menantikan hujan antara lain kawasan rawan karhutla di sisi timur Palembang.

Kondisi atmosfer yang masih kering turut membuat Sumsel menghadapi suhu maksimum. Keadaan ini berpotensi meningkatkan kemunculan titik panas atau hotspot, terutama di wilayah yang masih mengalami kekeringan.

Menurut Wandayantolis, hujan yang turun di sejumlah daerah belum tentu mampu menjangkau kawasan yang paling membutuhkan air untuk membantu mengendalikan kebakaran.

Hal itu terlihat dari sebaran hujan pada 11 Oktober. Saat itu, hujan terjadi di wilayah Musi Rawas, Lubuklinggau, dan Empat Lawang. Sementara itu, hujan yang diharapkan turun di Palembang, Banyuasin, hingga wilayah timur Ogan Komering Ilir (OKI) belum tersebar sesuai harapan.

Baca Juga: Mutasi Pejabat Polrestabes Palembang, Kasatresnarkoba hingga Kapolsek Sako Berganti

Upaya penanganan karhutla di Sumsel masih menghadapi tantangan akibat kekeringan berkepanjangan. Berbagai langkah dilakukan, mulai dari pemadaman melalui jalur darat, operasi water bombing atau pengeboman air, hingga operasi modifikasi cuaca (OMC).

Namun, Wandayantolis menyebut angin timuran yang cukup kuat hingga lapisan atmosfer atas turut memengaruhi distribusi hujan, termasuk dalam pelaksanaan modifikasi cuaca.

Kondisi tersebut membuat hujan tidak selalu turun di wilayah sasaran yang membutuhkan tambahan air untuk membantu pemadaman karhutla.

Karena itu, masyarakat diimbau tetap mewaspadai potensi kebakaran selama kondisi kering masih berlangsung. Hujan yang turun secara sporadis belum menandakan bahwa seluruh wilayah Sumsel telah memasuki periode basah.

BMKG memperkirakan peluang hujan akan meningkat menjelang akhir Oktober, sedangkan hujan dengan sebaran lebih merata diprediksi terjadi pada pertengahan November 2026.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia