3 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan

AKURAT.CO SUMSEL Mobil Low Cost Green Car (LCGC) masih menjadi pilihan masyarakat Indonesia di tengah tantangan daya beli dan persaingan dengan mobil listrik berharga terjangkau.
Meski penjualannya mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu, segmen mobil murah ini masih mampu mencatat penjualan lebih dari 10 ribu unit secara retail pada September 2026.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, penjualan retail LCGC mencapai 10.283 unit pada September 2026. Sementara itu, distribusi dari pabrik ke dealer atau wholesales tercatat sebanyak 9.689 unit.
Baca Juga: Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
Namun, jika dilihat secara kumulatif sepanjang Januari hingga September 2026, penjualan LCGC menghadapi tekanan.
Distribusi wholesales tercatat 83.997 unit, turun sekitar 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 94.327 unit.
Adapun penjualan retail mencapai 90.527 unit, lebih rendah sekitar 7 persen dibandingkan Januari-September 2025 yang mencapai 97.732 unit.
Di tengah penurunan tersebut, sejumlah model masih mampu menarik perhatian konsumen.
Berdasarkan data distribusi Januari-September 2026, Toyota Calya 1.2 G M/T, Honda Brio Satya E CVT, dan Daihatsu Sigra 1.2 R M/T menjadi tiga model LCGC dengan penjualan menonjol.
1. Toyota Calya 1.2 G M/T
Toyota Calya menjadi salah satu model yang mencatat penjualan kuat di segmen LCGC. Varian Toyota Calya 1.2 G M/T membukukan distribusi sebanyak 16.996 unit sepanjang Januari-September 2026.
Angka tersebut menunjukkan tingginya minat konsumen terhadap mobil keluarga berharga terjangkau. Dengan konfigurasi tujuh penumpang, Toyota Calya dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang membutuhkan kendaraan untuk aktivitas sehari-hari maupun perjalanan bersama keluarga.
Kombinasi kapasitas penumpang dan kepraktisan menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen yang mencari mobil dengan fungsi lebih dari sekadar kendaraan untuk perjalanan pribadi.
2. Honda Brio Satya E CVT
Honda Brio Satya E CVT menempati posisi berikutnya dalam daftar model LCGC yang banyak diburu konsumen.
Menariknya, varian ini merupakan salah satu model termahal di segmen LCGC, dengan banderol yang disebut mencapai Rp206,7 juta. Meski demikian, harga tersebut tidak serta-merta menghilangkan daya tarik Brio Satya di pasar otomotif Indonesia.
Baca Juga: Uji Coba Dry Ice Atasi Kabut Asap Sumsel Dimulai Besok, Palembang dan OKI Jadi Fokus
Honda Brio Satya memiliki desain kompak yang cocok digunakan di perkotaan. Karakter tersebut membuatnya relevan bagi konsumen yang membutuhkan mobil untuk mobilitas harian, termasuk melewati jalanan padat dan mencari ruang parkir yang terbatas.
Kehadiran transmisi CVT juga menjadi pilihan bagi konsumen yang menginginkan pengalaman berkendara tanpa perpindahan gigi manual.
3. Daihatsu Sigra 1.2 R M/T
Daihatsu Sigra 1.2 R M/T melengkapi daftar tiga model LCGC dengan penjualan menonjol sepanjang sembilan bulan pertama 2026.
Varian ini mencatat distribusi sebanyak 10.265 unit selama Januari-September 2026.
Seperti Toyota Calya, Daihatsu Sigra menyasar konsumen yang membutuhkan mobil berkapasitas tujuh penumpang. Kendaraan ini dapat menjadi alternatif bagi keluarga yang ingin memiliki mobil dengan kapasitas cukup besar tanpa harus beralih ke segmen kendaraan yang lebih mahal.
Kehadiran Sigra juga memperlihatkan bahwa kebutuhan kendaraan keluarga masih menjadi salah satu faktor penting dalam persaingan mobil murah di Indonesia.
Penjualan LCGC Turun, Persaingan Makin Ketat
Saat ini, segmen LCGC di Indonesia diisi lima model, yakni Toyota Agya, Toyota Calya, Honda Brio Satya, Daihatsu Ayla, dan Daihatsu Sigra.
Meski masih mencatat penjualan cukup besar, segmen ini menghadapi sejumlah tantangan. Penurunan daya beli masyarakat menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi keputusan pembelian kendaraan baru.
Selain itu, kehadiran mobil listrik asal China dengan harga semakin kompetitif turut menambah persaingan. Konsumen kini memiliki lebih banyak pilihan kendaraan dengan teknologi dan biaya operasional yang berbeda.
Di sisi lain, insentif bagi kendaraan listrik tertentu, termasuk pengecualian ganjil genap di Jakarta sesuai ketentuan yang berlaku, menjadi faktor tambahan dalam pertimbangan konsumen perkotaan.
Dengan kondisi tersebut, produsen LCGC perlu mempertahankan daya tarik produknya, terutama dari sisi harga, efisiensi, kepraktisan, dan biaya kepemilikan.
Penjualan yang masih mencapai puluhan ribu unit dalam sembilan bulan menunjukkan bahwa mobil LCGC tetap memiliki pasar.
Baca Juga: Hotspot Sumsel Tembus 28 Ribu Titik dalam 12 Hari, OKI Paling Rawan
Namun, penurunan penjualan tahunan menjadi sinyal bahwa persaingan di segmen kendaraan terjangkau semakin ketat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Pre-Order iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max di iBox, Cek Jadwal dan Promo
- 25 Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 13 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dan Tantangan
- 3Ramalan Zodiak Leo Hari Ini, Cinta, Karier, dan Keuangan
- 4Kabut Asap Mulai Mereda, 52 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Berjalan Lancar
- 53 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 6Curi HP Marbot Masjid di Palembang, Remaja 14 Tahun Diserahkan Korban ke Polisi
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 8Pemprov Sumsel Atur Jam Operasional 10 SPBU di Palembang, Ini Jadwalnya
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu




