Sumsel

Sumsel "Pasang Kuda-kuda" Hadapi Inflasi Ramadan, Pasar Murah Diguyur Mulai Februari

Maman Suparman | 31 Januari 2026, 20:00 WIB
Sumsel "Pasang Kuda-kuda" Hadapi Inflasi Ramadan, Pasar Murah Diguyur Mulai Februari

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan 9Sumsel) bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) mulai bergerak cepat mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok menjelang bulan suci Ramadan.

Meski kenaikan harga merupakan siklus rutin tahunan, otoritas moneter dan pemerintah daerah berkomitmen menjaga agar inflasi hanya bergerak tipis di bawah kendali.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Selatan, Bambang Pramono, memprediksi tekanan inflasi pada momen Ramadan 2026 akan tetap ada, namun diupayakan tetap stabil melalui intervensi sejak dini.

Sebagai langkah konkret, TPID Sumsel telah menjadwalkan penyelenggaraan operasi pasar murah yang akan dimulai pada minggu pertama Februari 2026. Berbeda dari biasanya, intervensi harga ini direncanakan berlangsung intensif guna memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga terjangkau.

"Minggu depan kita mulai operasi pasar. Kami akan memetakan pola konsumsi dan menentukan komoditas apa saja yang mendesak untuk ditekan harganya," ujar Bambang Pramono, Sabtu (31/1/2026).

Selain pasar murah, langkah preventif lainnya mencakup inspeksi mendadak (sidak) secara berkala. Hal ini bertujuan untuk memantau rantai pasok dan memastikan tidak ada penimbunan stok oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Baca Juga: Kapolres Palembang Janji Akan Tindak Tegas Anggota yang Tabrak Pengendara Motor Hingga Tewas

BI dan Pemprov Sumsel menyadari bahwa hukum pasar menjadi pemicu utama kenaikan harga; jika permintaan tinggi sementara pasokan minim, harga otomatis melonjak. Menanggapi potensi ini, Bambang menegaskan akan mengoptimalkan Kerjasama Antar Daerah (KAD).

"Jika saat sidak ditemukan keterbatasan stok, TPID segera berkoordinasi melakukan sinergi KAD. Kita jemput pasokan dari daerah produsen untuk memenuhi kebutuhan di Sumsel," tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, Edward Chandra, menyatakan bahwa koordinasi lintas instansi menjadi kunci dalam menjaga daya beli masyarakat selama bulan puasa hingga Idul Fitri mendatang.

Pihak Pemprov berkomitmen untuk tidak hanya memantau angka di atas kertas, tetapi juga mengambil tindakan cepat di lapangan jika terdeteksi adanya lonjakan harga yang tidak wajar.

“Kami terus berupaya menjaga keseimbangan antara pasokan dan harga. Pemerintah hadir untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi tanpa harus terbebani oleh kenaikan harga yang drastis,” tegas Edward.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia