Sumsel

Daya Beli Warga Masih Terjaga, Ekonomi Sumsel Tumbuh 5,06 Persen

Kurnia | 7 November 2026, 17:05 WIB
Daya Beli Warga Masih Terjaga, Ekonomi Sumsel Tumbuh 5,06 Persen
warga yang sedang bertransaksi di pasar.

AKURAT.CO SUMSEL Pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan (Sumsel) pada kuartal III 2026 masih menunjukkan kinerja positif. Di tengah dinamika perdagangan, konsumsi rumah tangga menjadi penopang terbesar yang menjaga laju perekonomian daerah.

Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel mencatat ekonomi daerah ini tumbuh sebesar 5,06 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) pada triwulan III 2026.

Kepala BPS Sumsel, Moh. Wahyu Yulianto, mengatakan konsumsi rumah tangga masih memberikan kontribusi paling besar terhadap pertumbuhan ekonomi dari sisi pengeluaran.

"Konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Sumsel dari sisi pengeluaran," ujar Wahyu, Sabtu (7/11/2026).

Berdasarkan data BPS, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,93 persen secara tahunan. Komponen ini memberikan andil pertumbuhan sebesar 2,81 persen dengan kontribusi mencapai 56,84 persen terhadap struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumsel.

Baca Juga: Hotspot Sumsel Kembali Melonjak, OKI Jadi Wilayah Paling Rawan dengan 81 Titik

Angka tersebut menunjukkan aktivitas belanja masyarakat masih memegang peranan penting dalam menjaga perputaran ekonomi daerah.

Selain konsumsi rumah tangga, pengeluaran pemerintah juga ikut memberikan dorongan. Komponen ini mencatat pertumbuhan cukup tinggi, yakni 12,39 persen, meskipun kontribusinya terhadap struktur ekonomi hanya sebesar 5,88 persen.

"Selain konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah juga menunjukkan akselerasi signifikan, tumbuh 12,39 persen," jelasnya.

Secara kuartalan, ekonomi Sumsel tumbuh 2,11 persen dibandingkan triwulan II 2026. Adapun nilai PDRB berdasarkan harga berlaku tercatat sebesar Rp206,24 triliun, sedangkan berdasarkan harga konstan mencapai Rp107,66 triliun.

Sementara itu, komponen investasi yang tercermin dari Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 0,84 persen. Konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) juga tumbuh 4,87 persen dengan kontribusi sebesar 1,54 persen.

Dari sisi regional, kontribusi ekonomi Sumsel terhadap total PDRB Pulau Sumatera mencapai 13,77 persen. Capaian tersebut menempatkan Sumsel sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Sumatera setelah Kepulauan Riau.

Meski mencatat pertumbuhan positif, sejumlah komponen perdagangan masih mengalami tekanan akibat kondisi ekspor dan impor yang berfluktuasi. Dengan demikian, konsumsi masyarakat dan belanja pemerintah masih menjadi dua faktor penting dalam menopang aktivitas ekonomi Sumsel.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia