Kabar Gembira! Tunjangan Guru Honorer Naik Jadi Ribu per Bulan Mulai 2026

AKURAT. CO SUMSEL - Ada kabar gembira untuk para tenaga pendidik Indonesia, khususnya bagi guru honorer.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyebut akan menaikkan tunjangan guru honorer tahun depan.
Insentif yang semula sebesar Rp300 ribu per bulan naik menjadi Rp400 per bulan.
Baca Juga: Sumsel Dukung 800 Ribu Akad KUR, Herman Deru: Modal Saja Tak Cukup Tanpa Keterampilan
Kenaikan insentif tersebut dikabarkan berlaku mulai Januari 2026 alias awal tahun.
Kenaikan insentif sebesar Rp100 ribu tersebut merupakan hasil kesepakatan Komisi X DPR RI dengan Menteri Keuangan.
Mekanisme Pencairan Berbeda
Baca Juga: Produksi Daging Ternak Sumsel 2024 Tembus 11,8 Juta Kg, Ogan Ilir Paling Produktif
Berdasarkan keterangan Mu'ti, mekanisme pencairan insentif kali ini akan berbeda dari sebelumnya.
Ia memastikan bahwa dana insentif akan langsung masuk ke rekening masing-masing guru honorer tanpa perantara pemerintah daerah.
Mu'ti menyebut, mekanisme ini sudah mulai berjalan tahun ini.
Baca Juga: Kurangi Ketergantungan ke Lampung, Sumsel Siap Bangun Pelabuhan Tanjung Carat 2026
Di mana Pemerintah memberikan insentif sebesar Rp 300 ribu per bulan selama 7 bulan dan ditransfer sekaligus langsung ke rekening guru tanpa mampir ke rekening dinas pendidikan masing-masing daerah.
Sehingga total insentif yang diterima guru honorer sebesar Rp2,1 juta rupiah.
Hal serupa juga dilakukan untuk pembayaran tunjangan profesi guru (TPG) sebesar Rp 2 juta/bulan bagi guru non-ASN dan satu bulan gaji pokok bagi guru ASN.
Baca Juga: Miris! Kakek 70 Tahun Diduga Lecehkan Bocah Tetangganya, Terungkap Setelah Korban Curhat ke Ayah
Mu'ti mengatakan, mekanisme pencairan seperti ini sudah dilakukan sejak Maret 2025.
Sebelumnya, TPG dicairkan setiap tiga bulan sekali melalui rekening pemda.
Tambahan Beasiswa Guru
Baca Juga: Dari Rebutan Isi BBM ke Aksi Penembakan, Fakta Lengkap Tragedi Maut di Banyuasin
Selain kenaikan insentif guru honorer, Mu'ti juga mengatakan bahwa pemerintah juga akan menambah kuota guru honorer maupun ASN yang mendapatkan beasiswa kuliah S1 atau D4 dengan sistem rekognisi pembelajaran lampau (RPL).
Adapun kuota tambahan itu sebesar Rp150 ribu menyasar bagi guru yang belum D4/S1.
Untuk tahun ini, sebanyak 2.500 guru dan tendik sudah mulai kuliah dengan beasiswa Rp.3 juta per semesteran.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









