Sumsel

Kiper Muda Bandung Jadi Korban TPPO di Kamboja, Keluarga Minta Pemerintah Segera Bertindak

Maman Suparman | 19 November 2025, 13:04 WIB
Kiper Muda Bandung Jadi Korban TPPO di Kamboja, Keluarga Minta Pemerintah Segera Bertindak

AKURAT.CO SUMSEL Seorang kiper muda asal Bandung, Jawa Barat, Rizki Nur Fadhilah (18), dilaporkan menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) setelah dibawa ke Kamboja dengan modus tawaran kontrak sepak bola. Kasus ini memicu perhatian publik dan pemerintah daerah.

Rizki awalnya menerima ajakan dari seseorang yang mengaku manajer klub sepak bola asal Medan, Sumatra Utara.

Ia dijanjikan kontrak bermain selama satu tahun di sebuah sekolah sepak bola (SSB). Namun perjalanan yang seharusnya menuju Medan justru membawa remaja itu keluar negeri tanpa sepengetahuan keluarga.

Menurut penjelasan ayahnya, Dedi Solehudin (42), Rizki dijemput menggunakan travel menuju Jakarta. Dari ibu kota, ia malah diterbangkan ke Malaysia sebelum dibawa ke Kamboja.

Setibanya di negara tersebut, Rizki dipaksa bekerja mengangkat galon dari lantai satu hingga lantai sepuluh.

Baca Juga: Typhoon Family Pecah Rekor Jelang Tamat, Drama tvN Ini Kuasai Rating Nasional

Ia juga mengalami kekerasan fisik. Keluarga menerima foto-foto yang menunjukkan tubuh Rizki penuh luka. Dalam pesan yang dikirim ke rumah, Rizki mengaku disiksa jika tidak memenuhi target mencari 20 kontak calon korban untuk ditipu.

“Dia bekerja dari pagi sampai tengah malam. Bahkan sering lebih. Kalau target tidak terpenuhi, dia dipukul hingga ratusan kali,” ujar sang ayah.

Keluarga yang tinggal di Babakan Cilisung, Dayeuhkolot, Bandung, telah melaporkan kasus ini dan berharap pemerintah segera memulangkan Rizki ke Indonesia.

Kasus tersebut turut mendapat perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia menyatakan akan menindaklanjuti laporan ini dan menegaskan masih banyak kasus serupa di wilayahnya. Pemerintah provinsi, kata dia, terus berupaya memulangkan korban TPPO yang disekap di luar negeri.

Ia juga mempertimbangkan pengetatan aturan keberangkatan warga Jabar ke negara-negara berisiko tinggi.

“Kalau perlu akan ada pergub untuk membatasi keberangkatan ke negara yang tingkat eksploitasi warganya tinggi,” ujarnya.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia